Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Motor Lebih Boros Bensin Saat Dipakai Harian, Sudah Tahu?

4 min read
5 Alasan Motor Lebih Boros Bensin Saat Dipakai Harian, Sudah Tahu?
ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/Matthias Polen)
  • Perjalanan pendek berulang membuat mesin belum mencapai suhu kerja optimal, sementara proses menyalakan motor berkali-kali menambah konsumsi bensin meski jarak total terlihat dekat.
  • Tekanan ban yang kurang serta perawatan mesin yang terabaikan, seperti filter udara kotor atau busi melemah, memaksa mesin bekerja lebih berat dan pembakaran kurang optimal.
  • Akselerasi agresif dan rute macet dengan pola stop-and-go meningkatkan pemakaian bahan bakar; menjaga laju stabil serta memilih jalur lebih lancar dapat membantu efisiensi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa bensin motor kamu kok cepat banget habis, padahal jarak rumah ke kantor atau sekolah rasanya gak jauh-jauh amat? Baru isi bensin beberapa hari lalu, eh indikatornya sudah turun lagi. Kalau kejadian ini terus berulang, mungkin masalahnya bukan sekadar karena harga bensin atau jarak tempuh yang kamu lalui setiap hari.

Motor memang dirancang supaya irit bahan bakar, tetapi pemakaian harian bisa membuat konsumsi bensin berubah. Kebiasaan berkendara, kondisi motor, sampai rute yang kamu lewati setiap hari bisa ikut menentukan seberapa cepat tangki kosong. Nah, sebelum buru-buru menyalahkan motornya, coba cek lima hal berikut yang mungkin diam-diam bikin konsumsi bensin kamu lebih boros.

  1. 1. Motor terlalu sering dipakai untuk perjalanan jarak pendek

    ilustrasi seseorang mengendarai motor
    ilustrasi seseorang mengendarai motor (pexels.com/Márton Novák)

    Perjalanan pendek ternyata bisa membuat konsumsi bahan bakar terasa lebih boros. Saat motor baru dinyalakan, mesin membutuhkan waktu untuk mencapai suhu kerja yang optimal agar proses pembakaran berlangsung lebih efisien. Kalau kamu hanya berkendara beberapa kilometer lalu mematikan mesin, kondisi mesin belum tentu bekerja pada tingkat efisiensi terbaiknya.

    Kebiasaan seperti pergi ke minimarket yang hanya berjarak beberapa ratus meter, mengantar anak sebentar, lalu kembali ke rumah juga bisa menambah frekuensi penggunaan bensin. Apalagi kalau dalam sehari kamu melakukan beberapa perjalanan pendek secara terpisah. Jaraknya memang terlihat sedikit, tetapi total perjalanan dan proses menyalakan mesin berkali-kali tetap terakumulasi. Jadi, jangan heran kalau bensin terasa lebih cepat berkurang meski odometer belum menunjukkan angka yang besar.

  2. 2. Tekanan ban kurang sesuai

    Ilustrasi ban motor
    Ilustrasi ban motor (pexels.com/Sunrize Pictures)

    Coba kapan terakhir kali kamu mengecek tekanan ban motor? Hal sederhana ini kadang luput dari perhatian karena ban masih terlihat baik-baik saja dan belum terasa kempis. Padahal, tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin perlu bekerja lebih keras untuk menggerakkan motor.

    Kondisi tersebut membuat tenaga yang dihasilkan mesin gak sepenuhnya digunakan untuk mendorong motor secara efisien. Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa ikut meningkat, terutama kalau motor dipakai setiap hari dalam kondisi lalu lintas padat. Kamu gak perlu menunggu ban terasa kempis untuk mengeceknya. Ikuti rekomendasi tekanan ban dari pabrikan dan lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh.

  3. 3. Gaya berkendara terlalu agresif

    ilustrasi seseorang mengendarai motor
    ilustrasi seseorang mengendarai motor (pexels.com/cottonbro studio)

    Suka buka gas dalam-dalam saat lampu hijau? Atau punya kebiasaan melakukan akselerasi cepat setiap kali jalan mulai kosong? Gaya berkendara seperti ini memang bisa terasa menyenangkan karena motor langsung melaju, tetapi penggunaan bahan bakarnya juga bisa ikut meningkat.

    Akselerasi dan deselerasi yang terlalu sering membuat kerja mesin menjadi lebih gak stabil dibandingkan ketika kamu berkendara secara halus dan konsisten. Kondisi lalu lintas memang gak selalu memungkinkan kamu melaju santai, tetapi kamu tetap bisa menghindari kebiasaan memutar gas secara berlebihan. Jaga kecepatan secara wajar, antisipasi kondisi jalan di depan, dan hindari pengereman mendadak jika situasinya memungkinkan.

  4. 4. Motor jarang mendapatkan perawatan

    ilustrasi seseorang mengendarai motor
    ilustrasi seseorang mengendarai motor (pexels.com/Atish Kumar Ravi)

    Motor yang dipakai setiap hari tentu membutuhkan perhatian lebih dibandingkan kendaraan yang hanya sesekali keluar garasi. Oli mesin, filter udara, busi, sistem bahan bakar, hingga komponen lain punya peran terhadap performa mesin. Kalau perawatannya diabaikan terlalu lama, performa motor bisa menurun dan konsumsi bahan bakar berpotensi ikut meningkat.

    Filter udara yang kotor, misalnya, dapat menghambat aliran udara yang dibutuhkan dalam proses pembakaran. Busi yang kondisinya sudah kurang baik juga bisa membuat proses pembakaran gak berlangsung optimal. Kamu mungkin masih bisa mengendarai motor seperti biasa, sehingga masalah tersebut terasa sepele. Namun, kalau motor mulai terasa kurang bertenaga, tarikan berat, atau konsumsi bensin berubah drastis, jadwal servis sebaiknya jangan terus ditunda.

  5. 5. Rute harian penuh kemacetan

    ilustrasi seseorang mengendarai motor
    ilustrasi seseorang mengendarai motor (Jakub Sisulak)

    Kalau setiap hari kamu harus melewati jalan yang macet, wajar jika konsumsi bensin motor terasa berbeda. Motor yang berada dalam kondisi stop and go akan terus mengalami proses berhenti, berjalan, memperlambat laju, lalu berakselerasi lagi. Jarak tempuhnya mungkin gak terlalu jauh, tetapi waktu mesin menyala bisa sangat panjang.

    Situasi makin terasa ketika kamu terjebak kemacetan pada jam berangkat dan pulang kerja. Mesin tetap membutuhkan bahan bakar selama menyala, sementara motor hanya bergerak sedikit demi sedikit. Kamu bisa mencoba mencari rute alternatif yang lebih lancar jika memang tersedia, meski jaraknya sedikit lebih jauh. Dalam beberapa kondisi, rute yang lebih panjang tetapi lancar justru bisa terasa lebih efisien daripada jalan pendek yang penuh kemacetan.

    Kalau motor digunakan setiap hari, perhatian kecil seperti mengecek ban dan mengikuti jadwal servis justru bisa membuat pengeluaran lebih terkendali. Kamu juga jadi lebih cepat menyadari ketika ada perubahan performa sebelum masalahnya berkembang menjadi lebih besar. Jadi, kalau indikator bensin motor kamu belakangan terasa turun lebih cepat, coba evaluasi dulu lima penyebab tadi. Bisa jadi jawabannya ternyata bukan sesuatu yang rumit, melainkan kebiasaan kecil yang selama ini gak kamu sadari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More