Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Ada Asap Tipis Menguar dari Stik Oli Mobil? Ini Penyebabnya

3 min read
Kenapa Ada Asap Tipis Menguar dari Stik Oli Mobil? Ini Penyebabnya
ilustrasi mengecek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Uap tipis dari lubang stik oli saat mesin panas dapat berasal dari gas blow-by dan uap oli, yang dalam jumlah kecil masih tergolong normal.
  • Sistem PCV yang tersumbat atau salurannya bermasalah dapat menaikkan tekanan crankcase, sehingga gas keluar lewat lubang stik oli dan berpotensi memicu rembesan.
  • Asap yang tebal dan terus-menerus bisa terkait keausan ring piston atau silinder, terutama bila oli cepat berkurang, knalpot berasap kebiruan, serta tenaga mesin menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika memeriksa kondisi oli mesin, sebagian pemilik mobil mungkin pernah melihat asap tipis seperti uap keluar dari lubang stik oli atau dipstick. Fenomena ini terkadang terlihat ketika mesin masih panas setelah digunakan berkendara. Tidak sedikit yang langsung menganggapnya sebagai tanda kerusakan mesin, terutama jika asap tersebut terlihat cukup jelas.

Padahal, munculnya uap dari lubang stik oli tidak selalu menandakan mesin mengalami kerusakan serius. Ada beberapa proses alami di dalam mesin yang bisa menyebabkan fenomena tersebut. Namun, jika asap semakin tebal, disertai bau menyengat, atau muncul bersama gejala lain, kondisi ini patut diwaspadai. Lantas, apa sebenarnya penyebab asap tipis keluar dari stik oli mobil?

  1. 1. Uap panas dan blow-by dari ruang bakar

    ilustrasi cek oli mobil
    ilustrasi cek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

    Salah satu penyebab munculnya asap tipis dari lubang stik oli adalah gas blow-by. Fenomena ini terjadi ketika sebagian gas hasil pembakaran di dalam silinder melewati celah antara ring piston dan dinding silinder, kemudian masuk ke ruang engkol atau crankcase. Sebenarnya, sejumlah kecil gas blow-by merupakan hal normal karena tidak ada sistem piston yang benar-benar kedap gas dalam kondisi operasional.

    Gas tersebut memiliki suhu dan tekanan tinggi sehingga dapat membawa uap oli serta kelembapan yang berada di dalam mesin. Ketika stik oli dilepas, sebagian uap bisa keluar melalui lubang dipstick dan terlihat seperti asap tipis. Kondisi ini lebih mudah terlihat ketika mesin sudah mencapai temperatur kerja. Pada mesin yang masih sehat, sistem ventilasi crankcase atau positive crankcase ventilation (PCV) bertugas mengalirkan kembali gas tersebut ke saluran intake untuk dibakar ulang.

  2. 2. Sistem PCV tersumbat atau tidak bekerja optimal

    ilustrasi mengganti oli mobil
    ilustrasi mengganti oli mobil (pexels.com/Esmihel Muhammed)

    Penyebab berikutnya adalah gangguan pada sistem PCV. Komponen ini memiliki fungsi penting untuk mengatur sirkulasi gas dari ruang engkol menuju intake manifold. Dengan demikian, tekanan di dalam crankcase tetap terkendali dan uap oli tidak menumpuk di dalam mesin.

    Jika katup PCV tersumbat, selang ventilasi tertekuk, atau salurannya dipenuhi endapan kotoran, gas blow-by bisa kesulitan keluar melalui jalur yang semestinya. Akibatnya, tekanan di dalam crankcase meningkat dan gas dapat mencari jalan keluar melalui celah lain, termasuk lubang stik oli. Dalam kondisi tertentu, gejala ini juga bisa disertai rembesan oli pada seal, kebocoran gasket, atau oli yang terdorong keluar melalui area pengisian oli. Karena itu, pemeriksaan katup PCV dan seluruh saluran ventilasi perlu dilakukan jika asap terlihat semakin banyak.

  3. 3. Ring piston aus bisa membuat asap semakin tebal

    ilustrasi cek oli mobil
    ilustrasi cek oli mobil (pedes.com/Fatih Erden)

    Jika asap dari lubang stik oli terlihat tebal dan terus-menerus, salah satu kemungkinan yang perlu diperiksa adalah keausan ring piston atau dinding silinder. Ring piston berfungsi menjaga kompresi sekaligus mengontrol pergerakan oli pada dinding silinder. Ketika komponen ini aus, celah kebocoran gas pembakaran menuju crankcase bisa semakin besar.

    Kondisi tersebut biasanya disertai gejala lain, seperti oli mesin cepat berkurang, asap kebiruan dari knalpot, tenaga mesin menurun, dan konsumsi oli meningkat. Untuk memastikan penyebabnya, bengkel dapat melakukan pemeriksaan kompresi atau leak-down test guna mengetahui kondisi ruang bakar dan kebocoran silinder. Jadi, asap tipis dari stik oli belum tentu menandakan mesin rusak. Namun, jika jumlahnya berlebihan atau disertai penurunan performa, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More