Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Motor Pernah Mengalami Kecelakaan

5 Tanda Motor Pernah Mengalami Kecelakaan
Honda pcx (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Membeli motor bekas bisa menjadi keputusan bijak untuk menghemat uang. Namun, kamu harus berhati-hati karena tidak semua motor bekas yang dijual dalam kondisi prima. Salah satu risiko terbesar adalah mendapatkan motor yang pernah mengalami kecelakaan, tetapi penjualnya sengaja menyamarkan kerusakan tersebut agar tetap laku.

Meski sudah diperbaiki atau diakali sedemikian rupa, rekam jejak kecelakaan pada motor bisa tetap ditemukan jika calon pembeli adalah orang yang cermat. Bagi kamu yang ingin membeli motor bekas, penting untuk mengetahui cara mengidentifikasi tanda motor yang pernah mengalami kecelakaan agar terhindar dari potensi kerugian di kemudian hari.

1. Cat body tidak merata

Yamaha aerox (unsplash.com/Mohammad Reza)
Yamaha aerox (unsplash.com/Mohammad Reza)

Tanda paling umum pada motor bekas yang pernah kecelakaan adalah adanya perbedaan warna cat atau tekstur pada body motor. Jika menemukan bagian tertentu dengan warna yang lebih terang atau lebih gelap, kemungkinan besar bagian tersebut telah dicat ulang untuk menutupi goresan pada body motor akibat kecelakaan. Perhatikan juga apakah ada gelembung atau retakan kecil pada permukaan cat.

Pengecekan lebih mendalam bisa dilakukan dengan menyentuh permukaan bodi motor. Jika ada bagian yang terasa lebih kasar, body lebih baru atau berbeda dari area lainnya, itu bisa menjadi indikasi bahwa body tersebut pernah diperbaiki atau di ganti. Biasanya, perbaikan yang dilakukan dengan tergesa-gesa akan meninggalkan jejak seperti ini.

2. Rangka tidak simetris

ilustrasi menganalisa sepeda motor (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi menganalisa sepeda motor (pexels.com/cottonbro studio)

Rangka adalah bagian utama yang menanggung beban motor. Setelah mengalami kecelakaan, rangka motor bisa menjadi tidak simetris atau sedikit melengkung. Meski sudah diperbaiki, kerusakan ini sulit untuk dikembalikan seperti semula. Kamu bisa memeriksa rangka dengan melihat motor dari berbagai sudut, terutama dari bagian depan dan belakang.

Jika kamu merasa motor terlihat sedikit miring atau tidak seimbang saat didudukkan di standar tengah, itu bisa menjadi tanda bahwa rangka pernah mengalami kerusakan. Cek juga area sambungan rangka. Jika ada bekas las atau retakan, hal ini menunjukkan motor pernah mengalami benturan keras.

3. Bagian kaki-kaki tidak normal

ilustrasi menganalisa kondisi fisik sepeda motor (pexels.com/Sir Lodi)
ilustrasi menganalisa kondisi fisik sepeda motor (pexels.com/Sir Lodi)

Kaki-kaki motor, seperti suspensi, velg, dan roda, sering kali menjadi korban utama saat terjadi kecelakaan. Periksa suspensi depan dan belakang untuk memastikan tidak ada bekas kebocoran oli atau bekas bengkok pada batang suspensi. Periksa velg untuk memastikan tidak ada retakan, bengkok, atau goresan mencurigakan.

Kamu juga bisa mencoba mengendarai motor dan merasakan apakah ada getaran atau bunyi aneh pada bagian roda. Jika motor terasa tidak stabil saat dikendarai di jalan lurus, itu bisa menjadi tanda adanya masalah pada kaki-kaki yang belum sepenuhnya diperbaiki.

4. Mesin mengeluarkan suara aneh

Ilustrasi mesin motor (bmwgroup-werke.com)
Ilustrasi mesin motor (bmwgroup-werke.com)

Kerusakan akibat kecelakaan tidak hanya terbatas pada bagian luar motor, tetapi juga bisa merusak mesin. Mesin yang pernah mengalami benturan keras sering kali akan mengeluarkan suara aneh seperti bunyi ketukan atau gemeretak saat dinyalakan. Hal ini bisa terjadi karena komponen internal mesin seperti piston atau crankshaft telah bergeser atau mengalami kerusakan.

Perhatikan juga apakah ada rembesan oli di sekitar blok mesin. Kebocoran oli bisa menjadi indikasi bahwa mesin pernah terkena benturan dan mengalami retakan. Jika kamu tidak yakin, saat pengecekan, bawalah rekan yang paham sepenuhnya dengan urusan motor agar mendapatkan hasil pemikiran lebih matang terkait motor bekas yang akan di beli.

5. Jejak perbaikan yang tidak wajar

Ilustrasi motor matic warna putih (pexels.com/Nesrin Danan)
Ilustrasi motor matic warna putih (pexels.com/Nesrin Danan)

Jejak perbaikan yang tidak wajar bisa menjadi petunjuk bahwa motor pernah mengalami kecelakaan serius. Misalnya baut-baut yang berbeda jenis atau ukuran, sambungan yang terlihat kasar, atau bagian-bagian yang tidak rapi bisa menunjukkan bahwa perbaikan dilakukan secara tergesa-gesa. Perhatikan juga apakah ada komponen yang terlihat baru di antara bagian lainnya yang lebih tua, karena ini bisa jadi bagian yang diganti akibat kerusakan.

Cobalah tanyakan kepada penjual mengenai perbaikan apa saja yang pernah dilakukan pada motor tersebut. Jika jawabannya terkesan tidak konsisten atau menghindar, kamu patut waspada. Jejak perbaikan yang mencurigakan sering kali menjadi tanda bahwa motor tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Perpanjang STNK Wajib Pakai KTP Asli? Ini Alasannya

04 Apr 2026, 09:20 WIBAutomotive