Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Pakai Helm Full Face Saat Panas Terik Biar Gak Gerah
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
  • Pilih helm full face berstandar keselamatan dengan ukuran pas dan ventilasi berfungsi baik; bersihkan ventilasi rutin, serta jangan melubangi cangkang karena dapat melemahkan perlindungan.
  • Gunakan balaclava ringan, cepat kering, dan menyerap keringat tanpa mengganggu posisi helm, tali dagu, atau pandangan; cuci setelah dipakai dan siapkan cadangan untuk perjalanan jauh.
  • Rawat bantalan dalam helm dengan mencuci serta mengeringkannya menyeluruh, lalu rencanakan istirahat di tempat teduh dan minum air saat perjalanan panjang tanpa membuka helm ketika berkendara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helm full face bisa bikin kepala panas dan berkeringat saat jalan macet. Kita bisa pilih helm yang lubang udaranya bagus dan bersih. Pakai kain kepala tipis supaya keringat terserap. Bagian dalam helm harus dicuci dan dikeringkan. Kalau jalan jauh, berhenti di tempat teduh, minum air, lalu tetap pakai helm dengan benar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Helm full face dikenal mampu memberikan perlindungan pada kepala dan bagian wajah, termasuk dagu. Namun, ketika cuaca sedang panas terik, memakai helm jenis ini bisa terasa kurang nyaman, apalagi saat harus menghadapi kemacetan panjang di jalanan perkotaan.

Keringat yang menumpuk, udara pengap, hingga bagian dalam helm yang lembap dapat membuat perjalanan terasa melelahkan. Meski begitu, bukan berarti pengendara harus mengganti helm full face dengan helm yang lebih terbuka. Ada beberapa cara untuk menjaga kenyamanan tanpa mengorbankan keselamatan.

1. Pilih helm dengan ventilasi yang berfungsi baik

ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock)

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli helm full face adalah sistem ventilasinya. Lubang udara di bagian depan, atas, dan belakang helm membantu mengalirkan udara serta mengurangi penumpukan panas di dalam. Desain ventilasi yang baik juga mendukung keluarnya udara lembap ketika pengendara berkeringat.

Namun, banyaknya lubang ventilasi tidak otomatis menjamin helm terasa lebih sejuk. Aliran udara juga dipengaruhi desain saluran di bagian dalam, posisi berkendara, dan kecepatan motor. Karena itu, pilih helm yang memenuhi standar keselamatan, ukurannya pas, serta memiliki ventilasi yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan.

Pastikan ventilasi tidak tersumbat debu atau kotoran. Bersihkan bagian tersebut mengikuti petunjuk produsen agar aliran udara tetap optimal. Jangan memodifikasi cangkang helm dengan melubanginya sendiri karena tindakan tersebut bisa mengurangi kekuatan struktur pelindung.

2. Gunakan balaclava yang menyerap keringat

ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Balaclava atau penutup kepala khusus berkendara dapat membantu menyerap dan mengelola keringat sebelum membasahi bantalan helm. Pilih bahan yang ringan, cepat kering, dan mampu mengalirkan kelembapan, seperti kain teknis yang dirancang untuk aktivitas fisik. Hindari bahan terlalu tebal karena bisa menambah panas dan membuat helm terasa sempit.

Pastikan balaclava tidak mengganggu posisi helm, tali pengikat, maupun pandangan. Helm harus tetap terpasang dengan pas dan tali dagu terkunci sesuai petunjuk penggunaan. Jika lapisan tambahan membuat helm terlalu ketat, sebaiknya jangan dipaksakan karena dapat mengurangi kenyamanan dan memengaruhi kesesuaian helm saat terjadi benturan.

Selain itu, bersihkan balaclava setelah digunakan, terutama jika sering terkena keringat. Kain yang lembap dan jarang dicuci bisa menimbulkan bau tidak sedap serta membuat kulit terasa kurang nyaman. Menyiapkan balaclava cadangan juga berguna untuk perjalanan panjang.

3. Rawat bagian dalam helm dan atur waktu istirahat

ilustrasi helm (freepik.com/freepik)

Busa dan lapisan dalam helm bisa menyimpan keringat, minyak kulit, serta debu. Jika dibiarkan, bagian tersebut dapat menjadi lembap dan berbau. Lepaskan bantalan yang memang dirancang bisa dilepas, kemudian cuci sesuai petunjuk produsen. Keringkan secara menyeluruh sebelum dipasang kembali agar kelembapan tidak terperangkap di dalam helm.

Ketika berkendara jauh di bawah terik matahari, rencanakan istirahat di tempat teduh. Setelah motor berhenti di lokasi aman, lepaskan helm untuk membantu tubuh melepaskan panas dan minumlah air secukupnya. Jangan membuka helm ketika motor masih berjalan, sekalipun udara terasa sangat panas.

Intinya, kenyamanan memakai helm full face ditentukan oleh ventilasi, kebersihan, bahan pelapis, dan kecocokan ukuran. Jangan mengorbankan perlindungan demi mengurangi rasa gerah. Helm yang memenuhi standar keselamatan dan terpasang dengan benar tetap menjadi perlengkapan penting setiap kali berkendara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article