Jakarta Makin Panas, Tekanan Angin Ban Motor Perlu Dikurangi?

- Cuaca panas dapat menaikkan tekanan ban saat motor digunakan, tetapi kondisi ini wajar selama masih dalam batas kerja ban dan bukan alasan mengurangi angin.
- Tekanan ban harus diperiksa saat dingin menggunakan alat ukur, lalu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan berdasarkan tipe motor dan beban.
- Ban kurang atau terlalu banyak angin sama-sama berisiko; pengendara perlu rutin memeriksa kerusakan ban dan menghindari beban berlebih.
Cuaca Jakarta yang semakin panas bisa membuat pengendara motor merasa khawatir dengan kondisi kendaraannya. Salah satu hal yang kerap dipertanyakan adalah tekanan angin ban. Ketika aspal terasa menyengat dan motor digunakan untuk perjalanan jauh, apakah tekanan ban perlu dikurangi agar lebih aman?
Anggapan tersebut perlu diluruskan. Tekanan angin memang dipengaruhi suhu, tetapi mengurangi angin ban secara sengaja bukan solusi yang tepat untuk menghadapi cuaca panas. Tekanan yang sesuai rekomendasi pabrikan justru berperan penting dalam menjaga kestabilan, kenyamanan, dan keselamatan berkendara.
1. Suhu panas bisa meningkatkan tekanan angin ban

ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo) Udara di dalam ban akan memuai ketika suhunya meningkat. Akibatnya, tekanan ban dapat naik saat motor digunakan dalam perjalanan, terlebih ketika cuaca panas dan permukaan jalan menyerap banyak energi matahari. Kondisi ini merupakan hal yang wajar selama masih berada dalam batas kerja ban.
Namun, kenaikan tekanan akibat panas bukan alasan untuk langsung mengeluarkan angin. Pengurangan tekanan secara sembarangan dapat membuat ban berada di bawah standar yang dianjurkan. Apalagi, tekanan ban yang terbaca setelah perjalanan biasanya berbeda dari tekanan ketika ban masih dingin.
Pemeriksaan tekanan sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin, misalnya sebelum motor digunakan atau setelah kendaraan berhenti cukup lama. Gunakan alat pengukur tekanan yang layak, lalu sesuaikan hasilnya dengan rekomendasi pabrikan. Jangan memakai satu angka untuk semua motor karena kebutuhan tekanan ban bisa berbeda berdasarkan tipe kendaraan dan beban.
2. Mengurangi tekanan ban justru berisiko

ilustrasi ban motor (pexels.com/Srattha Nualsate) Ban yang kekurangan angin memiliki bidang kontak dan bentuk kerja yang berubah. Dinding ban bisa mengalami tekukan lebih besar ketika menerima beban, sehingga berpotensi meningkatkan panas selama perjalanan. Dalam kondisi tertentu, hal ini mempercepat keausan dan meningkatkan risiko kerusakan ban.
Tekanan terlalu rendah juga bisa memengaruhi pengendalian motor. Ketika melewati tikungan, melakukan pengereman, atau melintasi jalan berlubang, ban mungkin tidak bekerja seoptimal kondisi yang direkomendasikan. Pengendara dapat merasakan motor kurang stabil, sementara risiko kerusakan akibat benturan juga meningkat.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi pun bukan pilihan ideal. Ban bisa terasa lebih keras, daya cengkeram dapat berkurang dalam kondisi tertentu, dan kenyamanan berkendara menurun. Karena itu, targetnya bukan membuat ban lebih keras atau lebih empuk saat cuaca panas, melainkan mempertahankan tekanan sesuai petunjuk pabrikan.
3. Ini cara menjaga ban motor saat cuaca terik

Ilustrasi ban motor (pexels.com/Nguyễn Bin Exciter) Ketika Jakarta sedang panas, periksa tekanan ban secara berkala dan pastikan kondisi ban masih layak. Perhatikan apakah terdapat retakan, benjolan, benda tajam yang menancap, atau keausan tidak merata. Kerusakan semacam itu perlu ditangani, bukan disiasati dengan mengurangi tekanan angin.
Hindari pula membawa beban melebihi kapasitas motor. Beban berlebihan dapat meningkatkan tekanan kerja dan panas pada ban. Jika motor sering digunakan untuk perjalanan jauh, sesuaikan tekanan berdasarkan panduan pabrikan, termasuk ketentuan ketika membawa penumpang atau barang.
Jadi, cuaca Jakarta yang panas bukan alasan untuk sengaja mengurangi tekanan angin ban motor. Ukur tekanan saat ban dingin dan ikuti rekomendasi yang sesuai dengan kendaraan. Jika tekanan naik setelah perjalanan, jangan langsung mengeluarkan angin. Langkah sederhana ini membantu menjaga ban tetap bekerja sebagaimana mestinya, sekaligus mendukung keselamatan selama berkendara.



















