Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Transmisi Matik Tersendat? Jangan Disepelekan, Ini 5 Penyebabnya!

3 min read
Transmisi Matik Tersendat? Jangan Disepelekan, Ini 5 Penyebabnya!
ilustrasi transmisi mobil matic (vecteezy.com/pakpoom phummee)
  • Transmisi matik yang tersendat saat akselerasi dapat menandakan kerusakan internal serius dan berpotensi memicu biaya perbaikan mahal bila dibiarkan.
  • Oli transmisi yang kotor atau kurang, serta filter tersumbat, dapat menurunkan pelumasan dan tekanan hidrolik sehingga perpindahan gigi menjadi kasar atau lambat.
  • Kerusakan sensor kecepatan dan kebiasaan akselerasi maupun pengereman mendadak dapat mengganggu perpindahan gigi serta mempercepat keausan komponen transmisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil matik yang terasa tersendat saat berakselerasi tentu sangat mengganggu kenyamanan berkendara. Banyak pengemudi mengira masalah ini wajar dan tidak perlu ditangani segera. Padahal, transmisi matik yang tersendat bisa menjadi sinyal adanya kerusakan serius pada komponen internal.

Jika dibiarkan, masalah kecil ini dapat berkembang menjadi kerusakan besar yang biaya perbaikannya sangat mahal. Untungnya, dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah pencegahan sebelum semuanya terlambat. Yuk, kenali lima penyebab utama transmisi matik tersendat berikut ini!

  1. 1. Kualitas oli transmisi yang buruk menyebabkan perpindahan gigi menjadi kasar

    Seorang sedang memeriksa oli mobil.
    Sedang memeriksa oli mobil. (pexels.com/Tim Samuel)

    Oli transmisi berfungsi sebagai pelumas dan media pendingin bagi komponen internal. Oli yang sudah tua atau kotor kehilangan kemampuannya untuk melumasi dan mendinginkan secara efektif. Akibatnya, perpindahan gigi terasa kasar dan tersendat saat mobil berakselerasi.

    Ganti oli transmisi secara teratur sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pastikan menggunakan oli dengan spesifikasi yang tepat untuk menjaga performa transmisi. Oli yang bersih dan berkualitas adalah kunci kelancaran perpindahan gigi.

  2. 2. Filter oli yang tersumbat menghambat aliran pelumas ke seluruh sistem

    ilustrasi ganti oli mobil
    ilustrasi ganti oli mobil (unsplash.com/Dextar Studio)

    Filter oli memiliki peran penting dalam menyaring kotoran yang bercampur dengan oli transmisi. Filter yang kotor akan menyumbat aliran oli dan mengurangi tekanan hidrolik di dalam sistem. Tekanan yang rendah menyebabkan perpindahan gigi menjadi lambat dan tersendat.

    Bersihkan atau ganti filter oli transmisi sesuai jadwal perawatan yang dianjurkan. Filter yang bersih memastikan oli mengalir lancar ke seluruh komponen transmisi. Aliran oli yang optimal sangat penting untuk menjaga performa transmisi tetap mulus.

  3. 3. Sensor kecepatan yang rusak mengirimkan sinyal yang salah ke ECU

    ilustrasi speedometer
    ilustrasi speedometer (unsplash.com/Erik Mclean)

    Sensor kecepatan berfungsi mengirimkan data kecepatan kendaraan ke unit kontrol elektronik. Sensor yang rusak akan mengirimkan sinyal yang tidak akurat kepada sistem transmisi. Akibatnya, transmisi kesulitan menentukan waktu perpindahan gigi yang tepat.

    Periksa sensor kecepatan di bengkel terpercaya jika mengalami gejala tersendat. Ganti sensor yang sudah tidak berfungsi dengan komponen asli yang berkualitas. Sensor yang akurat sangat penting untuk memastikan perpindahan gigi yang halus dan tepat waktu.

  4. 4. Level oli yang rendah menyebabkan tekanan hidrolik transmisi menurun

    ilustrasi mengecek oli mobil
    ilustrasi mengecek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

    Oli transmisi yang berkurang jumlahnya akan menurunkan tekanan hidrolik di dalam sistem. Tekanan rendah membuat perpindahan gigi menjadi lambat dan tidak responsif. Gejalanya adalah tarikan yang terasa berat dan tersendat saat mobil berakselerasi.

    Periksa level oli transmisi secara rutin melalui tongkat ukur yang tersedia. Tambahkan oli jika volumenya sudah di bawah batas minimum yang ditentukan. Level oli yang pas, menjaga tekanan hidrolik tetap stabil dan perpindahan gigi mulus.

  5. 5. Kebiasaan berkendara yang buruk mempercepat keausan komponen transmisi

    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

    Menginjak pedal gas secara mendadak atau sering mengerem mendadak sangat membebani transmisi. Kebiasaan buruk ini mempercepat keausan pada plat kopling dan komponen internal lainnya. Akibatnya, transmisi menjadi cepat rusak dan terasa tersendat saat digunakan.

    Hindari akselerasi dan pengereman mendadak dalam berkendara sehari-hari. Gunakan gigi yang sesuai dengan kondisi jalan untuk mengurangi beban berlebih pada transmisi. Kebiasaan berkendara yang baik adalah investasi jangka panjang untuk umur transmisi.

    Jangan remehkan gejala tersendat pada transmisi matik, karena bisa jadi itu awal dari masalah besar. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu jadi lebih waspada dan bisa mengambil tindakan cepat. Yuk, mulai sekarang lebih rajin cek kondisi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More