Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ALVA Yakin Pasar Motor Listrik Masih Tumbuh Pesat
CEO ALVA Purbaja Pantja (Dok. ALVA)
  • ALVA menilai penetrasi motor listrik yang masih rendah di Indonesia justru membuka ruang pertumbuhan besar, dengan harapan adopsi dapat meningkat cepat seperti di pasar lain.
  • Minat masyarakat terhadap motor listrik didorong efisiensi biaya, kemajuan teknologi, perluasan infrastruktur pendukung, dan bertambahnya pilihan model yang meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • ALVA mendukung rencana proyek motor nasional untuk memperkuat industri otomotif, sambil menunggu detail implementasi kebijakan; perusahaan menyatakan telah memenuhi ketentuan TKDN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasar motor listrik di Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas meski penetrasinya belum sebesar kendaraan konvensional.

ALVA melihat kondisi tersebut sebagai peluang karena adopsi kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Optimisme tersebut juga didukung oleh perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang semakin baik, mulai dari teknologi, infrastruktur pengisian daya, hingga semakin banyaknya pilihan produk.

Di sisi lain, perusahaan menyambut positif rencana pemerintah mengembangkan proyek motor nasional yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri.

1. Penetrasi masih kecil, tetapi peluangnya justru besar

Alva N3 (IDN Times/Fadhliansyah)

Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, mengatakan tingkat penetrasi motor listrik di Indonesia memang masih rendah.

Namun, menurutnya kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa pasar masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.

Ia mencontohkan pengalaman sejumlah negara yang mampu mencatat lonjakan penjualan ketika tingkat adopsi kendaraan listrik mulai meningkat. Menurut Purbaja, Indonesia berpeluang mengalami pola pertumbuhan serupa.

“Adoption rate motor listrik memang masih kecil, tapi justru di situlah potensinya besar sekali. Kalau melihat market lain seperti India, saat penetrasi 1 persen naik ke 2 atau 3 persen, lonjakannya bisa sangat cepat. Itu yang kami harapkan juga terjadi di Indonesia," ujarnya pada Senin (3/8/2026).

2. Empat faktor menjadi pendorong minat masyarakat

Alva Cervo X di IMOS 2025 (IDN Times/Fadhliansyah)

Purbaja menilai semakin banyak masyarakat yang mulai mempertimbangkan motor listrik sebagai kendaraan harian.

Kondisi tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap efisiensi biaya, perkembangan teknologi kendaraan listrik, semakin luasnya infrastruktur pendukung, serta bertambahnya pilihan model di pasar.

Menurutnya, keempat faktor tersebut saling melengkapi sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Seiring ekosistem yang terus berkembang, ALVA optimistis pertumbuhan pasar akan terus berlanjut.

3. Proyek motor nasional dinilai menjadi momentum industri

ALVA hadir di GIIAS 2026 (Dok. Alva)

ALVA juga menyambut baik rencana pemerintah menghadirkan proyek motor nasional yang dikaitkan dengan pengembangan kendaraan listrik.

Purbaja menilai langkah tersebut dapat menjadi momentum positif bagi industri, selama arah kebijakannya jelas dan mampu mendorong pertumbuhan ekosistem secara menyeluruh.

“Kami pada prinsipnya mendukung apabila memang tujuannya untuk memperkuat industri otomotif nasional. Tinggal kami menunggu seperti apa detail implementasinya nanti," tambah dia.

Ia menambahkan, ALVA telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sehingga siap mengikuti kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article