ilustrasi naik motor (pexels.com/Visual Works)
Kecepatan 60–80 km/jam sebaiknya digunakan hanya ketika kondisi jalan dan batas kecepatan memang mengizinkan. Visibilitas harus baik, permukaan jalan mendukung, lalu lintas memungkinkan, dan pengendara mampu mengendalikan motor dengan baik.
Sementara itu, kecepatan di atas 80 km/jam membuat risiko meningkat secara signifikan. Jarak pengereman menjadi lebih panjang dan waktu untuk bereaksi terhadap bahaya semakin singkat. Jalan yang kosong juga tidak otomatis membuat kecepatan tinggi menjadi aman karena masih ada risiko lubang, benda di jalan, kendaraan lain, atau perubahan kondisi secara mendadak.
Pada akhirnya, kecepatan aman bukan sekadar angka pada speedometer. Pengendara perlu menyesuaikannya dengan batas kecepatan, kondisi jalan, cuaca, lalu lintas, serta kemampuan mengendalikan motor. Saat kondisi berubah menjadi kurang ideal, mengurangi kecepatan merupakan langkah yang lebih penting daripada mempertahankan angka tertentu.