Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Menyetel Ketinggian Lampu Depan Motor, Cuma Model Obeng

Cara Menyetel Ketinggian Lampu Depan Motor, Cuma Model Obeng
ilusrasi lampu motor (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Arah sorot lampu depan motor penting untuk kenyamanan dan keselamatan, karena posisi terlalu tinggi bisa menyilaukan, sedangkan terlalu rendah mengurangi jarak pandang.
  • Penyetelan lampu bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat sederhana seperti obeng plus, tanpa perlu ke bengkel resmi.
  • Prosesnya meliputi menemukan baut penyetel di bawah batok lampu, menggunakan dinding sebagai acuan kalibrasi, lalu memutar baut hingga sorotan cahaya berada pada ketinggian ideal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kenyamanan berkendara di malam hari sangat bergantung pada arah pancaran lampu depan sepeda motor. Banyak pemilik kendaraan mengeluhkan sorot lampu yang terlalu mendongak ke atas sehingga membahayakan dan membuat silau pengendara lain dari arah berlawanan. Sebaliknya, posisi lampu yang terlalu menunduk ke bawah juga tidak ideal karena memperpendek jarak pandang dan mengurangi tingkat kewaspadaan terhadap rintangan di jalan.

Masalah pencahayaan ini sebenarnya tidak perlu dibawa ke bengkel resmi karena bisa diatasi sendiri dengan mudah. Modalnya pun sangat sederhana, cukup menggunakan sebuah obeng plus atau kunci pas kecil yang biasanya sudah tersedia di bagas motor. Pengaturan ulang ini sangat penting dilakukan, terutama setelah motor sering membawa beban berat atau setelah melakukan penggantian bohlam lampu baru.

1. Menemukan letak baut penyetel tersembunyi di bawah batok lampu

ilustrasi lampu motor (freepik.com/jannoon028)
ilustrasi lampu motor (freepik.com/jannoon028)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari keberadaan baut khusus yang berfungsi untuk mengatur sudut reflektor lampu. Pada sebagian besar sepeda motor, baut penyetel ini sengaja diletakkan di area yang agak tersembunyi demi estetika desain. Biasanya, posisinya berada di bagian bawah atau belakang batok lampu utama, tepat di atas spakbor depan.

Untuk melihatnya dengan jelas, kepala motor perlu sedikit dibelokkan agar ruang di bawah batok lampu menjadi lebih lapang. Lubang penyetel ini umumnya ditandai dengan gerigi besi di sekitar kepala baut yang dirancang khusus agar bisa diputar menggunakan obeng plus. Pada beberapa jenis motor matik atau bebek, posisi baut ini tertanam sedikit ke dalam sehingga membutuhkan obeng yang agak panjang untuk mencapainya.

2. Mempersiapkan dinding rumah sebagai media kalibrasi sorot lampu

Ilustrasi lampu motor (Freepik/photoangel)
Ilustrasi lampu motor (Freepik/photoangel)

Proses kalibrasi atau penyetelan arah lampu membutuhkan bidang datar yang tegak lurus sebagai tolok ukur pancaran cahaya. Dinding rumah atau pintu garasi yang polos merupakan media paling ideal untuk melakukan proses ini di rumah. Parkirkan sepeda motor di tempat yang agak gelap dengan posisi tegak lurus menghadap ke dinding tersebut dalam jarak sekitar dua hingga tiga meter.

Nyalakan lampu utama motor dalam posisi lampu dekat, lalu berikan tanda pada dinding menggunakan isolasi atau kapur tepat pada titik pusat pancaran cahaya tertinggi. Batas ideal ketinggian sorot lampu adalah tidak melebihi tinggi stang motor atau berada sedikit di bawah garis pinggang orang dewasa. Jarak dan tanda ini akan menjadi panduan visual yang akurat agar hasil setelan tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

3. Memutar baut penyetel untuk mendapatkan ketinggian yang ideal

lampu motor menyala
lampu motor menyala (unsplash.com/Fábio Alves)

Setelah semua persiapan selesai, masukkan obeng plus ke dalam lubang penyetel yang sudah ditemukan sebelumnya. Putar baut tersebut secara perlahan sambil terus memperhatikan perubahan posisi cahaya lampu yang terpantul di dinding rumah. Aturan umumnya adalah memutar obeng ke arah jarum jam untuk menurunkan sorot lampu, dan memutar berlawanan arah jarum jam untuk menaikkannya.

Lakukan pemutaran secara bertahap dan jangan terlalu memaksakan putaran jika baut sudah terasa berat agar tidak merusak gigi reflektor di dalamnya. Pastikan posisi potongan cahaya lampu bagian atas berada persis sejajar atau sedikit di bawah garis batas yang sudah ditandai di dinding. Jika dirasa sudah pas, coba goyang-goyangkan motor untuk memastikan bahwa sorotan cahaya tetap stabil dan berada pada posisi berkedara yang aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More