Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Efek Buruk Mencampur Angin Biasa dan Nitrogen pada Ban Mobil

Efek Buruk Mencampur Angin Biasa dan Nitrogen pada Ban Mobil
ilustrasi memompa ban mobil (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Pencampuran angin biasa dengan nitrogen menurunkan kemurnian gas, sehingga fungsi stabilitas suhu dan kenyamanan berkendara dari nitrogen murni hilang.
  • Uap air dari angin biasa dapat memicu korosi pada velg karena menciptakan kelembapan yang mempercepat proses oksidasi di bagian dalam roda.
  • Perbedaan karakter molekul oksigen dan nitrogen menyebabkan tekanan udara tidak stabil, mengakibatkan keausan tapak ban yang tidak merata selama penggunaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kebiasaan mengisi tekanan udara ban merupakan bagian penting dari perawatan rutin yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan roda empat. Di era modern ini, pengemudi diberikan dua pilihan utama untuk mengisi ruang udara ban, yaitu menggunakan angin biasa atau gas nitrogen murni.

Namun, dalam situasi darurat di mana tekanan ban berkurang di tengah perjalanan, tidak jarang pengemudi terpaksa mencampur kedua jenis udara tersebut. Keputusan untuk menggabungkan angin biasa ke dalam ban yang sebelumnya sudah terisi nitrogen ternyata membawa beberapa dampak mekanis yang jarang disadari.

1. Penurunan kemurnian gas nitrogen yang menghilangkan fungsi stabilitas suhu

ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika)
ilustrasi cek tekanan ban mobil (freepik.com/teksomolika)

Dampak paling instan yang terjadi saat angin biasa dimasukkan ke dalam ban berisi nitrogen adalah rusaknya tingkat kemurnian gas di dalam ruang ban. Gas nitrogen komersial yang diisi di gerai khusus umumnya memiliki kadar kemurnian di atas sembilan puluh lima persen agar dapat bekerja optimal. Ketika angin biasa yang mengandung oksigen dan uap air masuk, persentase nitrogen murni tersebut akan langsung merosot tajam.

Penurunan kemurnian ini secara otomatis menghapus kelebihan utama dari molekul nitrogen, yaitu sifatnya yang dingin dan stabil terhadap perubahan temperatur. Udara di dalam ban akan kembali memiliki karakter seperti angin biasa yang sangat mudah bereaksi terhadap suhu panas akibat gesekan dengan jalan raya. Akibatnya, klaim kenyamanan dan stabilitas tekanan udara yang ditawarkan oleh nitrogen murni tidak akan lagi dirasakan oleh pengemudi sepanjang perjalanan.

2. Munculnya uap air di dalam ban yang mempercepat proses korosi velg

Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)
Ilustrasi ban mobil (Freepik/peoplecreations)

Angin biasa yang dihasilkan oleh kompresor udara konvensional selalu mengandung unsur oksigen serta kelembapan berupa uap air yang cukup tinggi. Sebaliknya, tabung nitrogen murni telah melewati proses penyaringan ketat yang menghilangkan seluruh kandungan air di dalamnya. Ketika kedua jenis udara ini tercampur di dalam ruang ban, uap air dari angin biasa akan terperangkap di dalam tangki karet tersebut.

Kehadiran uap air yang berpadu dengan oksigen di dalam ban akan menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi proses oksidasi. Dalam jangka panjang, kelembapan ini akan memicu munculnya karat atau korosi pada bagian dalam velg mobil, terutama yang berbahan besi atau kaleng. Korosi pada velg tidak hanya merusak estetika, tetapi juga dapat menciptakan celah mikro yang menyebabkan ban mengalami gejala kempis halus secara terus-menerus.

3. Ketidakstabilan tekanan udara yang memicu keausan tapak karet tidak merata

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Percampuran dua jenis udara dengan karakter molekul yang berbeda juga akan memengaruhi kestabilan pemuaian udara di dalam ban saat mobil melaju kencang. Molekul oksigen dari angin biasa memiliki ukuran yang lebih kecil dan lincah, sehingga lebih cepat memuai saat terkena panas dibandingkan molekul nitrogen yang lambat. Perbedaan sifat fisik ini membuat fluktuasi tekanan udara di dalam ban menjadi sangat tidak stabil saat menempuh perjalanan jarak jauh.

Tekanan udara yang sering berubah-ubah secara ekstrem ini akan memberikan tekanan mekanis yang tidak merata pada permukaan struktur ban luar. Tapak karet ban bagian tengah atau pinggir akan terkikis lebih cepat dari area lainnya akibat perubahan volume udara semu tersebut. Oleh karena itu, jika terpaksa melakukan pencampuran dalam kondisi darurat, sangat disarankan untuk segera melakukan pengurasan total dan mengisi ulang ban dengan satu jenis udara saja demi menjaga keawetan komponen roda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More