Cara Atasi Rem Tangan Mobil Mengunci setelah Lewati Banjir

- Rem tangan mobil bisa mengunci setelah melewati banjir karena kampas rem basah menempel pada tromol dan memicu karat tipis yang membuat roda belakang macet.
- Solusi awal adalah memaksa mobil bergerak maju-mundur perlahan untuk melepaskan kampas rem, atau mengetuk bagian tromol dan velg dengan hati-hati agar karat rontok.
- Pencegahan dilakukan dengan tidak langsung menarik rem tangan setelah menerjang banjir, membiarkan rem kering dulu, serta menggunakan ganjal roda atau posisi gigi sebagai pengaman parkir.
Musim hujan sering kali membawa tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan roda empat, terutama masalah banjir. Genangan air yang cukup tinggi di jalanan sering kali tidak bisa dihindari saat harus beraktivitas. Masalah baru biasanya muncul ketika mobil sudah sampai di rumah dan diparkir dalam kondisi basah setelah menerjang banjir tersebut.
Banyak pemilik kendaraan yang secara refleks langsung menarik rem tangan saat memarkirkan mobil semalaman. Ketika keesokan harinya rem tangan dilepas untuk digunakan kembali, roda belakang justru terasa macet dan tidak mau berputar sama sekali. Kondisi rem yang mengunci ini tentu sangat mengganggu dan membingungkan jika tidak mengetahui penyebab serta solusinya.
1. Memaksa mobil bergerak maju dan mundur secara perlahan

Penyebab utama dari roda belakang yang mengunci ini adalah kampas rem yang basah menempel terlalu erat pada bagian tromol. Ketika dibiarkan semalaman dalam kondisi aktif, air yang terjebak di dalam komponen rem akan memicu munculnya karat tipis. Karat inilah yang bertindak seperti lem super, sehingga membuat kampas rem dan tromol menyatu dengan sangat kuat.
Solusi pertama yang bisa dicoba secara mandiri adalah dengan memanfaatkan tenaga mesin mobil itu sendiri. Hidupkan mesin, lalu coba masukkan gigi maju dan injak pedal gas secara perlahan untuk memaksa mobil bergerak sedikit ke depan. Jika tidak berhasil, ubah posisi gigi ke mundur dan lakukan hal yang sama dalam jarak pendek, ulangi proses ini beberapa kali sampai terdengar bunyi dentuman kecil yang menandakan rem sudah terlepas.
2. Mengetuk bagian tromol atau velg roda mobil

Jika metode memajukan dan memundurkan kendaraan masih belum membuahkan hasil, maka diperlukan sedikit tindakan fisik pada roda. Jangan memaksakan mobil melaju terlalu jauh jika roda masih mengunci karena hal tersebut dapat merusak komponen sistem pengereman lainnya. Langkah alternatif yang aman adalah dengan memberikan getaran eksternal pada area roda belakang yang bermasalah.
Siapkan alat bantu seperti balok kayu, palu karet, atau kunci roda bawaan yang ada di dalam bagas mobil. Ketuk bagian tromol roda atau pinggiran velg secara perlahan dan hati-hati agar tidak merusak komponen atau membuat velg menjadi lecet. Getaran dari ketukan ini biasanya sangat efektif untuk merontokkan karat tipis dan melepaskan gigitan kampas rem yang lengket tersebut.
3. Mencegah rem tangan lengket di kemudian hari

Langkah pencegahan selalu lebih baik daripada harus memperbaiki komponen yang sudah terlanjur bermasalah saat ingin digunakan. Setelah melewati genangan air yang tinggi atau banjir, usahakan untuk tidak langsung mengaktifkan rem tangan saat memarkir kendaraan di rumah. Biarkan komponen rem mengering terlebih dahulu dengan cara membiarkan mobil berjalan perlahan sambil sesekali menginjak pedal rem secara tipis.
Sebagai pengganti rem tangan saat parkir di tempat yang rata, gunakan ganjal roda dari batu atau balok kayu pada ban. Jika mobil menggunakan transmisi manual, posisikan tuas transmisi masuk ke gigi satu, sedangkan untuk mobil matik bisa memposisikan tuas di P. Cara ini akan menjaga mobil tetap aman tidak bergerak tanpa harus membuat kampas rem menempel pada tromol dalam kondisi basah.


















