Ilustrasi roller motor matic (wahanahonda.com)
Roller yang sudah aus dapat membuat mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan akselerasi yang sama. Pengendara mungkin perlu membuka gas lebih dalam agar motor bisa melaju sesuai kebutuhan. Jika kebiasaan tersebut terjadi terus-menerus, konsumsi bahan bakar berpotensi menjadi lebih boros.
Pemeriksaan roller sebaiknya dilakukan ketika motor menunjukkan gejala tarikan berat, getaran, atau suara tidak normal dari CVT. Saat servis, teknisi dapat memeriksa bentuk roller, permukaan rumah roller, serta kondisi komponen CVT lainnya. Roller yang sudah peyang atau mengalami keausan sebaiknya diganti sesuai spesifikasi motor agar kinerja transmisi kembali optimal.
Pada dasarnya, roller CVT merupakan komponen yang bekerja dengan gesekan dan pergerakan terus-menerus sehingga memiliki masa pakai. Menunggu sampai motor benar-benar kehilangan tenaga bukan pilihan yang ideal. Pemeriksaan berkala dapat membantu mendeteksi keausan lebih awal sekaligus mencegah kerusakan merembet ke komponen CVT lainnya.