Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fungsi Penting Tabung pada Shockbreaker Belakang Sepeda Motor

Fungsi Penting Tabung pada Shockbreaker Belakang Sepeda Motor
ilustrasi shockbreaker motor (pexels.com/Quốc Bùi)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Tabung pada shockbreaker berfungsi menjaga suhu oli tetap stabil agar redaman suspensi konsisten meski motor melintasi jalan rusak atau berlubang.
  • Ruang tabung memisahkan oli dan gas nitrogen untuk mencegah kavitasi, menjaga tekanan konstan, serta meningkatkan kestabilan dan presisi redaman saat berkendara cepat atau menikung tajam.
  • Keberadaan tabung membantu memperpanjang umur komponen internal dengan menstabilkan suhu kerja, mengurangi gesekan, dan mencegah kebocoran oli akibat kerusakan seal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sistem suspensi atau shockbreaker belakang pada sepeda motor memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kenyamanan dan stabilitas berkendara. Komponen ini bertugas meredam setiap guncangan dan getaran yang timbul akibat permukaan jalan yang tidak rata atau berlubang. Di pasaran, terdapat dua jenis shockbreaker belakang yang umum digunakan, yaitu model standar tanpa tabung dan model premium yang dilengkapi tabung tambahan.

Keberadaan tabung kecil yang menempel pada bagian shockbreaker belakang tersebut sering kali dianggap hanya sebagai aksesori pemanis tampilan visual kendaraan. Banyak pemilik sepeda motor yang belum memahami fungsi teknis dari tabung tambahan yang biasanya berisi gas atau oli tersebut. Padahal, komponen kecil ini menyimpan teknologi penting yang sangat memengaruhi performa redaman suspensi secara keseluruhan.

1. Menjaga stabilitas suhu oli suspensi agar redaman tetap konsisten

ilustrasi servis shockbreaker motor (Pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi servis shockbreaker motor (Pexels.com/cottonbro studio)

Fungsi utama dari tabung pada shockbreaker belakang adalah menyediakan ruang cadangan untuk menampung oli suspensi dan gas nitrogen secara terpisah. Saat sepeda motor melewati jalanan yang rusak secara terus-menerus, piston di dalam shockbreaker akan bergerak naik turun dengan intensitas yang sangat tinggi. Pergerakan mekanis yang cepat ini menghasilkan gaya gesek yang tinggi, sehingga memicu kenaikan suhu oli di dalam silinder utama.

Pada shockbreaker tanpa tabung, suhu oli yang panas akan membuat kekentalannya menurun dan memicu munculnya gelembung udara atau kavitasi. Kondisi oli yang encer dan berbuih ini menyebabkan daya redam suspensi menjadi berkurang, sehingga motor terasa membal atau terlalu empuk tidak terkendali. Keberadaan tabung tambahan membantu mendinginkan suhu oli dengan mengalirkan sebagian volume cairan ke ruang cadangan saat tekanan meningkat.

2. Memisahkan ruang oli dan gas nitrogen demi mencegah kavitasi

Ilustrasi mengecek shockbreaker motor (freepik.com/pressfoto)
Ilustrasi mengecek shockbreaker motor (freepik.com/pressfoto)

Di dalam tabung shockbreaker, terdapat sekat pembatas atau piston mengambang yang memisahkan antara cairan oli dengan gas nitrogen bertekanan tinggi. Pemisahan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya percampuran langsung antara kedua zat tersebut saat suspensi bekerja dengan keras menghadapi guncangan ekstrem. Gas nitrogen di dalam tabung berfungsi memberikan tekanan konstan pada oli agar tidak mudah membentuk gelembung udara akibat guncangan.

Dengan terjaganya kemurnian oli dari gelembung udara, kinerja katup redaman di dalam silinder utama akan tetap bekerja secara presisi dan akurat. Efeknya, sepeda motor akan terasa jauh lebih stabil dan kokoh saat diajak bermanuver di tikungan tajam maupun saat melaju pada kecepatan tinggi. Karakter redaman yang dihasilkan oleh suspensi bertabung cenderung lebih padat dan tidak mudah amblas meskipun membawa beban yang berat.

3. Memperpanjang masa pakai komponen internal suspensi motor harian

ilustrasi shockbreaker motor (Pexels.com/Rachel Claire)
ilustrasi shockbreaker motor (Pexels.com/Rachel Claire)

Selain meningkatkan kualitas kenyamanan berkendara, keberadaan tabung cadangan ini juga berdampak positif pada durasi usia pakai shockbreaker itu sendiri. Karena suhu kerja oli dapat terjaga dengan lebih stabil, seal karet di dalam suspensi tidak akan cepat mengeras atau robek akibat paparan panas berlebih. Kerusakan seal karet merupakan penyebab utama kebocoran oli yang sering kali membuat shockbreaker standar menjadi mati total.

Volume oli yang lebih banyak pada sistem suspensi bertabung juga membuat beban kerja pelumasan komponen internal menjadi lebih ringan dan merata. Gesekan antara piston dan dinding silinder dapat diredam dengan maksimal, sehingga risiko terjadinya keausan dini atau baret pada as shockbreaker bisa diminimalisir. Investasi menggunakan suspensi bertabung sangat sebanding dengan kenyamanan berkendara serta ketahanan komponen yang ditawarkan untuk jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More