Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Helm Berwarna Hitam Ternyata Menguras Energi Otak Lebih Cepat!

Helm Berwarna Hitam Ternyata Menguras Energi Otak Lebih Cepat!
ilustrasi helm (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Penelitian ergonomi termal menemukan helm hitam menyerap panas matahari hingga 50°C, membuat suhu di dalam helm meningkat drastis dan menurunkan kenyamanan berkendara.
  • Kenaikan suhu di area kepala akibat helm gelap memicu hipertermia ringan yang menurunkan kemampuan kognitif otak hingga 15% serta mempercepat kelelahan mental pengendara.
  • Helm berwarna cerah seperti putih atau perak direkomendasikan karena mampu memantulkan panas, menjaga fokus, dan meningkatkan daya tahan konsentrasi selama perjalanan siang hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Helm berwarna hitam atau gelap hingga kini masih menjadi pilihan utama bagi mayoritas pengendara sepeda motor karena terkesan keren, maskulin, dan tidak mudah terlihat kotor. Estetika visual yang ditawarkan warna ini sering kali membuat orang mengabaikan aspek kenyamanan termal yang sangat krusial saat berkendara. Padahal, pilihan warna pada pelindung kepala memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bagaimana radiasi panas matahari diserap dan disalurkan ke area kepala.

Sebuah riset ergonomi termal terbaru berhasil mengungkap fakta mengejutkan yang mematahkan dominasi tren warna gelap ini. Di balik tampilannya yang modis, helm hitam ternyata menyimpan konsekuensi serius yang dapat menurunkan performa berkendara secara drastis. Paparan panas matahari pada cangkang gelap terbukti mampu memanipulasi kerja organ paling vital di dalam tubuh, yakni otak manusia, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.

1. Dampak paparan panas matahari pada permukaan batok helm gelap

ilustrasi helm motor (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)
ilustrasi helm motor (pexels.com/Nur Andi Ravsanjani Gusma)

Sebuah penelitian ilmiah yang berfokus pada kenyamanan berkendara menuangkan temuannya dalam laporan berjudul Thermal Comfort and Cognitive Performance of Motorcycle Riders. Studi ergonomi termal ini menguji perbedaan retensi panas pada berbagai variasi warna pelindung kepala saat digunakan di wilayah beriklim tropis. Hasil riset menunjukkan bahwa batok helm berwarna hitam memiliki sifat menyerap radiasi gelombang panas matahari secara masif, alih-alih memantulkannya kembali ke udara bebas.

Ketika motor dikendarai di bawah terik matahari langsung, suhu permukaan luar helm berwarna hitam dapat melonjak drastis hingga mencapai angka 50°C. Parahnya lagi, akumulasi panas ekstrem pada lapisan terluar ini tidak berhenti di permukaan saja, melainkan merambat masuk menembus lapisan peredam benturan berupa styrofoam (EPS liner). Hal ini menyebabkan suhu udara di dalam kabin helm menjadi sangat pengap dan panas seperti ruang oven yang terisolasi rapat.

2. Terjadinya hipertermia ringan dan penurunan fungsi kognitif otak

ilustrasi helm (pexels.com/MIXU)
ilustrasi helm (pexels.com/MIXU)

Kenaikan suhu yang signifikan di dalam ruang pelindung kepala tersebut secara medis dapat memicu kondisi yang disebut sebagai mild hyperthermia atau hipertermia ringan pada kepala pengendara. Riset di bidang neurosains membuktikan bahwa otak manusia sangat sensitif terhadap perubahan suhu di sekitarnya. Ketika suhu di area kepala meningkat melampaui batas normal, metabolisme sel otak akan terganggu karena organ ini harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan dirinya sendiri.

Fakta unik dari riset neurosains ini mengungkap bahwa akibat dari kenaikan suhu tersebut, kemampuan kognitif otak untuk mengambil keputusan cepat di jalan raya menurun sebanyak 15 persen. Selain itu, tingkat kelelahan mental (mental fatigue) pada pengendara yang menggunakan helm hitam ditemukan meningkat dua kali lebih cepat. Penurunan fungsi kognitif ini sangat berbahaya karena dapat memperlambat waktu refleks dalam mengerem atau menghindari objek yang tiba-tiba muncul di depan kendaraan.

3. Keunggulan helm berwarna cerah sebagai solusi menjaga fokus berkendara

ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock)
ilustrasi seseorang membawa helm (freepik.com/wirestock)

Berdasarkan kesimpulan dari studi ergonomi termal tersebut, penggunaan helm berwarna cerah seperti putih atau perak sangat direkomendasikan untuk perjalanan di siang hari. Warna-warna terang memiliki kemampuan alami untuk memantulkan kembali sebagian besar radiasi panas matahari, sehingga mencegah terjadinya akumulasi suhu panas di dalam kabin. Pengendara yang memilih warna cerah terbukti memiliki daya tahan konsentrasi yang jauh lebih lama dan tidak mudah mengantuk saat menempuh perjalanan jauh.

Memilih warna pelindung kepala kini bukan lagi sekadar urusan selera pribadi atau gaya penampilan di atas motor. Kesadaran untuk beralih ke warna yang memantulkan panas merupakan bentuk investasi penting dalam menjaga stamina otak dan efisiensi berpikir selama berkendara. Dengan menjaga suhu kepala tetap sejuk dan ideal, tingkat kefokusan dan kewaspadaan instingtif di aspal akan tetap terjaga optimal demi menghindari risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More