Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Abaikan Tangan Kesemutan Saat Naik Motor, Ini Dampak Fatalnya!

Jangan Abaikan Tangan Kesemutan Saat Naik Motor, Ini Dampak Fatalnya!
ilustrasi menekan rem motor (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Tangan kesemutan saat naik motor bisa menandakan Vibration White Finger, gangguan serius akibat getaran setang yang merusak saraf dan pembuluh darah tangan.
  • Keterlambatan sinyal sensorik hingga 0,5 detik membuat pengendara kehilangan refleks cepat, meningkatkan risiko kecelakaan fatal saat kecepatan tinggi.
  • Penggunaan grip setang berbahan gel silikon medis dan sarung tangan dengan bantalan anti-getar efektif meredam getaran hingga 70 persen demi menjaga keselamatan berkendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Perjalanan jauh menggunakan sepeda motor sering kali meninggalkan sensasi aneh berupa tangan yang mati rasa, kaku, atau kesemutan hebat sesampainya di lokasi tujuan. Sensasi fisik ini sering kali dianggap sebagai kelelahan otot biasa yang akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa menit beristirahat.

Padahal, di dalam dunia medis, kondisi ini merujuk pada gangguan kesehatan serius yang dikenal sebagai Vibration White Finger (VWF) atau bagian dari Hand-Arm Vibration Syndrome (HAVS). Kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat getaran setang motor ini ternyata tidak sekadar mengganggu kenyamanan, melainkan secara instan menurunkan kemampuan otak dalam mengambil keputusan krusial di atas aspal.

Berikut adalah bahaya tersembunyi dari fenomena ini serta taktik pencegahannya demi keselamatan berkendara.

1. Mode mati rasa akibat paparan getaran mesin frekuensi tinggi

ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)
ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)

Paparan getaran konstan dari mesin sepeda motor, terutama jenis motor matik atau motor bersilinder tunggal berkapasitas cc besar, akan merambat langsung melalui setang menuju telapak tangan. Dalam jangka waktu lama, getaran ini menyebabkan pembuluh darah di jari-jari mengecil secara ekstrem, sehingga menghambat aliran darah kaya oksigen dan merusak ujung saraf sensorik.

Kondisi tersebut membuat ujung jari tampak memucat seperti putih kapur dan kehilangan sensitivitasnya terhadap sentuhan. Ketika tangan berada dalam fase mati rasa ini, pengendara tidak akan menyadari bahwa genggaman pada setang motor sebenarnya sudah mengendur. Otak kehilangan kemampuan untuk merasakan tekstur grip setang, sehingga kendali atas keseimbangan motor menjadi sangat rapuh tanpa disadari oleh pengendara itu sendiri.

2. Keterlambatan sinyal sensorik ke otak yang berujung fatal

ilustrasi naik motor (pexels.com/Khoa Võ)
ilustrasi naik motor (pexels.com/Khoa Võ)

Dampak paling mengerikan dari Vibration White Finger adalah terhambatnya pengiriman sinyal dari tangan menuju sistem saraf pusat di otak. Saraf yang mengalami trauma getaran akan mengalami perlambatan dalam mengirimkan informasi sensorik sebesar 0,5 detik dibandingkan kondisi normal saat tangan sehat.

Secara matematis, keterlambatan 0,5 detik ini membawa petaka besar saat kendaraan melaju dalam kecepatan 80 km/jam. Ketika ada rintangan mendadak di depan, otak membutuhkan waktu setengah detik lebih lama hanya untuk memerintahkan jari-jari menarik tuas rem. Jarak berhenti motor akan molor belasan meter ke depan, yang berarti perbedaan antara selamat atau mengalami benturan fatal. Gangguan sensorik ini juga membuat pengendara sering salah mengukur kekuatan cengkeraman rem, sehingga rentan membuat ban motor selip akibat pengereman yang terlalu keras atau justru terlalu lemah.

3. Meredam getaran dengan gel silikon medis dan sarung tangan khusus

Ilustrasi sarung tangan motor (freepik.com/bublikhaus)
Ilustrasi sarung tangan motor (freepik.com/bublikhaus)

Banyak pengendara motor mengira bahwa menggunakan sarung tangan kulit tebal sudah cukup untuk melindungi tangan dari segala risiko perjalanan harian. Sayangnya, material kulit biasa sangat buruk dalam meredam getaran frekuensi tinggi dari mesin kendaraan dan hanya berfungsi sebagai pelindung gesekan saat terjadi kecelakaan.

Solusi taktis untuk memutus rantai bahaya ini adalah dengan mengganti karet grip setang standar dengan grip berbahan gel silikon medis yang memiliki kemampuan absorbsi getaran sangat tinggi. Selain itu, gunakan sarung tangan yang dilengkapi dengan bantalan gel khusus penahan benturan (anti-vibration gel pad) pada bagian telapaknya. Kombinasi kedua alat ini secara sains mampu mereduksi rambatan getaran mesin hingga 70 persen, sehingga aliran darah di tangan tetap lancar, saraf sensorik tetap aktif, dan refleks otak untuk mengambil keputusan darurat tetap terjaga tajam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More