Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Tahan Gas Matik di Tanjakan, Bikin Kampas Ganda Gosong!

Jangan Tahan Gas Matik di Tanjakan, Bikin Kampas Ganda Gosong!
ilustrasi safety riding di jalan tanjakan (Dok. AHM)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kebiasaan menahan gas di tanjakan bikin kampas ganda bekerja berlebihan, menyebabkan gesekan ekstrem hingga mangkok kopling gosong dan bentuknya berubah.
  • Kerusakan pada mangkok kopling memicu getaran hebat serta hilangnya traksi, membuat motor matik kehilangan tenaga dan performa saat akselerasi atau menanjak.
  • Pencegahan dilakukan dengan tidak menahan gas, gunakan rem depan-belakang atau fitur brake lock agar komponen transmisi tetap awet dan aman digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Berkendara menggunakan sepeda motor matik memang memberikan kemudahan tersendiri, terutama saat harus melewati kemacetan di area perkotaan. Namun, kenyamanan transmisi otomatis ini sering kali membuat pengemudi menerapkan teknik berkendara yang keliru tanpa menyadari risiko kerusakan mekanisnya.

Salah satu kebiasaan buruk yang paling sering dijumpai adalah menahan tuas gas agar motor tidak merosot mundur saat berhenti di jalanan menanjak. Tindakan ini dianggap praktis sebagai pengganti fungsi rem, padahal menyimpan potensi kerusakan fatal pada sasis komponen penggerak roda belakang.

1. Gesekan ekstrem pemicu fenomena mangkok kampas ganda gosong

Ilustrasi cvt motor matic yang sudah kotor(suzuki.id)
Ilustrasi cvt motor matic yang sudah kotor(suzuki.id)

Kebiasaan menahan posisi motor menggunakan putaran mesin akan memaksa komponen kopling sentrifugal bekerja di luar batas kemampuan normalnya. Saat tuas gas dibuka sedikit, gaya sentrifugal akan mendorong kampas ganda untuk mekar dan mencengkeram dinding mangkok kopling. Namun, karena bobot kendaraan menahan sasis untuk melaju, cengkeraman tersebut tidak terjadi secara sempurna melainkan mengalami slip yang masif.

Gesekan intensif yang terjadi secara terus-menerus dalam kondisi statis ini akan menghasilkan energi panas atau stres termal yang sangat luar biasa. Suhu ekstrem tersebut akan langsung mengubah karakteristik logam pada mangkok kopling hingga mengalami perubahan warna menjadi keunguan atau gosong. Jika material baja mangkok sudah hangus, tingkat kepresisian bentuknya akan berubah menjadi peyang dan tidak bulat sempurna lagi.

2. Kemunculan gejala getaran hebat dan hilangnya traksi kendaraan

ilustrasi memperbaiki CVT motor matik (wahanahonda.com)
ilustrasi memperbaiki CVT motor matik (wahanahonda.com)

Dampak langsung yang akan dirasakan setelah mangkok kopling ganda mengalami kerusakan adalah munculnya gejala getaran yang sangat kasar atau gredek. Getaran ini akan terasa merambat hingga ke setang kemudi dan pijakan kaki, terutama saat motor baru mulai bergerak dari posisi diam. Fenomena ini dipicu oleh permukaan kampas kopling yang tidak dapat menempel secara rata pada dinding mangkok yang sudah bergelombang.

Selain getaran yang mengganggu kenyamanan berkendara, motor matik juga akan mengalami penurunan performa traksi akselerasi secara drastis saat melaju. Tenaga yang dihasilkan oleh jantung mekanis mesin akan terbuang sia-sia akibat kopling yang terus mengalami slip di dalam bak transmisi. Motor akan terasa kehilangan momentum tenaga yang besar, sehingga menjadi sangat loyo dan berbahaya saat dipaksa untuk mendaki tanjakan yang curam.

3. Langkah pencegahan yang tepat menggunakan fitur pengunci rem harian

ilustrasi rem motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)
ilustrasi rem motor (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)

Untuk menghindari kerusakan dini yang berbiaya mahal tersebut, pengemudi wajib mengubah kebiasaan menahan gas dengan mengoptimalkan fungsi sistem pengereman. Ketika terpaksa harus berhenti di tengah jalur tanjakan, lepaskan pelintiran tuas gas sepenuhnya agar mesin kembali pada putaran rendah atau idling. Gunakan kombinasi rem depan dan rem belakang secara kuat untuk menahan bobot sasis kendaraan agar tidak menggelinding mundur.

Hampir seluruh pabrikan motor matik modern saat ini sudah membekali produk mereka dengan fitur tombol pengunci rem atau brake lock system. Manfaatkan fitur sederhana ini dengan cara menarik tuas rem kiri lalu menekan tombol pengunci agar roda belakang terkunci secara otomatis tanpa perlu melelahkan otot tangan. Melalui cara aman ini, komponen kampas dan mangkok ganda akan terbebas dari stres gesekan, sehingga usia pakai transmisi menjadi jauh lebih awet.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More