Ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Cara paling aman untuk mengencangkan baut penting pada motor adalah mengikuti nilai torsi yang direkomendasikan pabrikan. Nilai tersebut biasanya tercantum dalam buku manual atau panduan servis. Untuk pekerjaan tertentu, teknisi menggunakan kunci torsi agar gaya pengencangan dapat diukur dengan lebih akurat.
Tidak semua baut pada motor memiliki nilai torsi yang sama. Baut roda, kaliper rem, kepala silinder, saluran oli, hingga komponen CVT memiliki kebutuhan pengencangan masing-masing. Karena itu, mengandalkan perasaan tangan atau prinsip “sekencang mungkin” bukan metode yang ideal.
Jika tidak memiliki kunci torsi, pekerjaan pada komponen kritis sebaiknya dilakukan di bengkel. Pengencangan yang tepat bukan berarti baut harus diputar sekuat tenaga, melainkan cukup menghasilkan gaya jepit sesuai rancangan. Dengan torsi yang sesuai, baut tetap kuat, ulir tidak cepat rusak, dan komponen yang terpasang juga lebih aman. Jadi, baut yang terlalu kencang justru bisa sama berbahayanya dengan baut yang kurang kencang.