Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Baut Motor Gak Boleh Dikencangkan Sekuat Tenaga?
ilustrasi melepas ban motor (pexels/anastasiashuraeva)
  • Mengencangkan baut motor berlebihan dapat melampaui batas tegangan, merusak ulir baut atau lubang pemasangan, terutama pada komponen aluminium yang lebih lunak.
  • Tekanan berlebih juga berisiko membuat komponen terjepit berubah bentuk, sambungan bermasalah, atau baut patah akibat kelelahan material dan riwayat pengencangan berlebihan.
  • Pengencangan baut penting perlu mengikuti torsi rekomendasi pabrikan dengan kunci torsi; tiap komponen memiliki kebutuhan berbeda, sementara pekerjaan kritis sebaiknya ditangani bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Baut motor tidak boleh diputar sekuat-kuatnya. Kalau terlalu kencang, baut dan jalurnya bisa rusak. Bagian motor yang dijepit juga bisa penyok atau patah. Setiap baut punya ukuran kekencangan sendiri. Mekanik memakai alat ukur khusus. Untuk baut penting, lebih baik pergi ke bengkel agar motor tetap aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengencangkan baut motor memang terlihat seperti pekerjaan sederhana. Banyak yang mengira semakin kuat baut dikencangkan, semakin aman pula komponen yang terpasang. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar dan justru bisa menimbulkan masalah.

Setiap baut memiliki batas kekencangan tertentu. Jika dikencangkan melebihi spesifikasi, baut, ulir, atau komponen yang dijepit bisa mengalami kerusakan. Karena itu, penggunaan tenaga berlebihan bukan cara yang tepat untuk memastikan baut tetap aman.

1. Ulir bisa rusak karena terlalu kencang

ilustrasi memperbaiki ban motor (freepik.com/freepik)

Baut dan mur bekerja dengan prinsip menghasilkan gaya jepit pada dua atau lebih komponen. Ketika baut dikencangkan, baut mengalami tegangan tertentu yang membuat komponen tetap menempel. Jika gaya pengencangan terlalu besar, tegangan pada baut dan ulir bisa melewati batas yang dirancang.

Akibatnya, ulir pada baut atau lubang tempat baut dipasang dapat dol atau aus. Kondisi ini cukup merepotkan karena baut yang sebelumnya mudah dilepas justru bisa sulit dibuka. Pada komponen berbahan aluminium, risiko kerusakan ulir juga perlu diperhatikan karena material tersebut relatif lebih lunak dibandingkan baja.

2. Komponen bisa ikut mengalami kerusakan

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Masalah bukan hanya terjadi pada baut. Komponen yang dijepit juga dapat rusak jika mendapatkan tekanan berlebihan. Misalnya pada bagian tertentu yang menggunakan material lebih tipis atau memiliki permukaan penyekat, pengencangan berlebihan dapat menyebabkan deformasi.

Pada beberapa bagian mesin, baut juga memiliki fungsi penting dalam menjaga tekanan dan posisi komponen. Jika kekencangannya tidak sesuai, sambungan bisa mengalami masalah. Baut yang terlalu kencang bahkan berpotensi patah, terutama jika sudah mengalami kelelahan material atau sebelumnya pernah dikencangkan secara berlebihan.

3. Gunakan torsi sesuai spesifikasi

Ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Cara paling aman untuk mengencangkan baut penting pada motor adalah mengikuti nilai torsi yang direkomendasikan pabrikan. Nilai tersebut biasanya tercantum dalam buku manual atau panduan servis. Untuk pekerjaan tertentu, teknisi menggunakan kunci torsi agar gaya pengencangan dapat diukur dengan lebih akurat.

Tidak semua baut pada motor memiliki nilai torsi yang sama. Baut roda, kaliper rem, kepala silinder, saluran oli, hingga komponen CVT memiliki kebutuhan pengencangan masing-masing. Karena itu, mengandalkan perasaan tangan atau prinsip “sekencang mungkin” bukan metode yang ideal.

Jika tidak memiliki kunci torsi, pekerjaan pada komponen kritis sebaiknya dilakukan di bengkel. Pengencangan yang tepat bukan berarti baut harus diputar sekuat tenaga, melainkan cukup menghasilkan gaya jepit sesuai rancangan. Dengan torsi yang sesuai, baut tetap kuat, ulir tidak cepat rusak, dan komponen yang terpasang juga lebih aman. Jadi, baut yang terlalu kencang justru bisa sama berbahayanya dengan baut yang kurang kencang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article