Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Motor MotoGP Tidak Cocok untuk Harian? Ini Alasannya

Kenapa Motor MotoGP Tidak Cocok untuk Harian? Ini Alasannya
ilustrasi motor MotoGP (unsplash.com/Ken So)
  • Motor MotoGP ilegal digunakan di jalan raya karena tidak memenuhi regulasi, termasuk suara knalpot yang melebihi batas.

  • Mesin motor MotoGP sangat bertenaga hingga mudah overheat dengan suhu ekstrem, membuatnya tidak praktis dan berisiko tinggi untuk penggunaan harian.

  • Harga motor MotoGP sangat mahal, dijual terbatas, serta komponennya seperti ban cepat aus dan tidak lengkap untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Motor MotoGP memiliki kesan sangar, gahar, bertenaga, dan berdesain sporty. Jika dilihat sekilas, motor tersebut terlihat seperti kendaraan sempurna bagi pencinta kendaraan roda dua. Meski begitu, faktanya motor MotoGP tak ideal untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari, lho.

Ada beberapa alasan kenapa motor MotoGP tidak cocok untuk harian seperti mesinnya terlalu ganas, tak memenuhi regulasi, dan bannya cepat habis. Mau tahu lebih dalam tentang seluk-beluk motor MotoGP dan ketidakcocokannya untuk digunakan sehari-hari? Yuk, simak pembahasan berikut!

  1. 1. Motor MotoGP tidak memenuhi regulasi

    Secara hukum, motor MotoGP ilegal dipakai di jalanan karena tidak memenuhi regulasi dan peraturan yang berlaku. Hal tersebut dapat terjadi karena motor MotoGP secara khusus dirancang untuk balapan sehingga tak dibuat dengan standar motor komersial. Salah satu hal yang tidak sesuai regulasi adalah suara knalpotnya.

    Di jalan raya suara knalpot motor maksimal adalah 95 desibel. Sementara itu, suara knalpot motor MotoGP bisa mencapai 138 desibel. Jika dipakai di jalanan suara sekencang itu bisa merusak telinga dan mengganggu pengendara lain.

    Tak cuma itu, spesifikasi motor MotoGP juga jauh di atas motor konsumen. Bahkan, motor MotoGP juga tidak memenuhi standar keselamatan jalan raya sehingga tak dapat digunakan harian.

  2. 2. Motor MotoGP punya mesin yang terlalu ganas dan rawan overheat

    kenapa motor MotoGP tak cocok buat harian
    ilustrasi motor MotoGP (unsplash.com/Ken So)

    Jeroan motor MotoGP memiliki tenaga yang sangat besar dan ganas. Karena itu, mesin motor MotoGP bisa memanas dan mengalami overheat hingga suhu 2.500 derajat Celsius di ruang pembakaran.

    Katup intake dan katup buang juga sangat panas karena suhunya sekitar 250—600 derajat Celsius. Bahkan, suhu gas buang motor MotoGP bisa mencapai 700 derajat Celsius. Tak hanya di motor, suhu tubuh pembalap atau pengendara juga bisa naik hingga 36 derajat Celsius, khususnya pada kondisi terik.

  3. 3. Motor MotoGP tidak memiliki komponen yang lengkap

    Sebagai motor balap, komponen di motor MotoGP sangat berbeda dengan motor konvensional. Dalam hal ini, motor MotoGP tidak memiliki beberapa komponen keselamatan yang penting seperti spion, standar, lampu (sein dan headlamp), hingga berbagai jenis indikator.

    Cara menyalakan kendaraan tersebut juga cukup sulit karena motor MotoGP tak memiliki kick starter atau starter elektrik. Sistem rem dan transmisi di motor MotoGP dirancang khusus yang mana tak ideal untuk penggunaan harian di jalan raya.

  4. 4. Motor MotoGP tidak dijual secara bebas dan harganya sangat mahal

    kenapa motor MotoGP tak cocok buat harian
    ilustrasi motor MotoGP (unsplash.com/Riccardo Farinazzo)

    Mengingat bukan barang komersil, motor MotoGP tak dijual secara bebas di pasaran. Misal pun bisa dibeli, harganya melambung tinggi mulai dari Rp600 juta hingga Rp22 miliar. Pembeliannya juga cukup ekslusif, yaitu dengan sistem lelang atau penjualan tertutup.

    Jika sudah dibeli sekalipun, motor MotoGP tak bisa langsung digunakan di jalan raya karena harus dimodifikasi agar memenuhi standar dan regulasi. Jika dihitung secara kasar, biaya yang dikeluarkan untuk membeli motor dan melakukan modifikasi akan sangat tinggi. Daripada beli motor MotoGP untuk harian lebih baik kamu meminang motor komersial yang aman dan bisa digunakan dengan bebas.

  5. 5. Ban motor MotoGP cepat habis

    Ban motor konvensional umumnya bisa bertahan selama beberapa tahun sebelum akhirnya aus dan harus diganti. Ban motor MotoGP berbeda karena bisa aus, habis, dan harus diganti hanya dalam waktu beberapa menit saja.

    Hal tersebut dapat terjadi karena saat dipakai di kecepatan tinggi ban akan panas, mengalami overheat, dan lapisannya menipis. Jika dipakai di jalan raya, tentunya hal tersebut sangat merepotkan karena kamu harus mengganti ban berkali-kali.

    Alasan kenapa motor MotoGP tidak cocok untuk harian sangat masuk akal karena berhubungan dengan kesalamatan dan regulasi jalan raya. Lagipula, motor MotoGP sejak awal memang tak dirancang untuk dipakai harian. Jika ingin tampil keren di jalanan, kamu bisa membeli motor lain seperti sport atau matic premium.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More