Ban Kurang Angin Sedikit, Kok Bisa Bikin Motor Jadi Boros?

- Tekanan ban motor di bawah rekomendasi memperlebar bidang kontak dan meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin memerlukan tenaga lebih besar untuk melaju.
- Saat akselerasi atau menanjak, pengendara cenderung membuka gas lebih dalam karena motor terasa berat; kondisi ini dapat meningkatkan konsumsi bensin secara konsisten.
- Ban kurang angin mempercepat keausan, menambah panas, dan mengurangi kenyamanan kendali; tekanan perlu dicek saat ban dingin sesuai rekomendasi pabrikan.
Ban motor yang tekanan anginnya kurang sering dianggap bukan masalah besar. Selama ban belum terlihat kempis, motor masih bisa dipakai seperti biasa.
Padahal, tekanan ban yang sedikit lebih rendah dari rekomendasi bisa membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Dalam kondisi tertentu, efeknya bisa terasa pada konsumsi bahan bakar yang menjadi lebih boros.
1. Ban kurang angin membuat hambatan gulir meningkat

ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo) Ketika tekanan ban berkurang, bagian ban yang menyentuh permukaan jalan menjadi lebih lebar. Ban juga mengalami perubahan bentuk yang lebih besar ketika roda berputar. Kondisi ini membuat hambatan gulir atau rolling resistance meningkat.
Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk membuat motor terus melaju. Pengendara mungkin tidak langsung merasakan perbedaannya, tetapi motor bisa terasa sedikit lebih berat ketika diajak berakselerasi. Jika kondisi tersebut berlangsung setiap hari, konsumsi bensin juga berpotensi ikut meningkat.
2. Mesin harus bekerja lebih keras

ilustrasi ban motor (pexels.com/Filip Rankovic Grobgaard) Motor dengan ban yang kurang angin membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan, terutama ketika berakselerasi atau melewati tanjakan. Pengendara pun bisa tanpa sadar membuka gas lebih dalam agar motor mendapatkan respons yang diinginkan.
Kebiasaan tersebut membuat penggunaan bahan bakar bertambah. Efeknya mungkin tidak langsung membuat konsumsi bensin melonjak drastis, tetapi jika tekanan ban terus berada di bawah rekomendasi, pemborosan bisa terjadi secara konsisten. Terlebih jika motor digunakan setiap hari untuk perjalanan yang cukup jauh.
3. Bukan cuma bensin, ban juga bisa lebih cepat rusak

ilustrasi ban motor (pexels.com/Pol QUIMERC'H) Tekanan ban yang terlalu rendah bukan hanya berdampak pada konsumsi bahan bakar. Dinding samping ban juga mendapat beban lebih besar karena harus bekerja lebih banyak ketika ban berputar dan menerima tekanan dari permukaan jalan.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan ban dan membuat pengendalian motor terasa kurang nyaman. Ban juga bisa lebih mudah mengalami panas berlebih ketika digunakan dalam perjalanan jauh. Karena itu, mengecek tekanan ban sebaiknya menjadi rutinitas sederhana, misalnya setiap beberapa hari atau sebelum melakukan perjalanan jauh.
Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker atau buku manual motor. Jangan berpatokan pada angka maksimum yang tertulis di dinding ban karena angka tersebut bukan selalu tekanan ideal untuk penggunaan harian. Cek tekanan ketika ban masih dingin agar hasil pengukurannya lebih akurat.



















