Kenapa Jaket Motor Antiair Tidak Selalu Antiangin dan Sebaliknya?

- Jaket antiair memakai material atau membran untuk menahan air, tetapi celah pada resleting, ventilasi, jahitan, leher, dan pergelangan tangan masih dapat menjadi jalur masuk angin.
- Jaket antiangin memiliki konstruksi material rapat untuk mengurangi udara dan menjaga panas tubuh, namun tanpa lapisan antiair, air tetap bisa meresap saat hujan deras.
- Pemilihan jaket perlu disesuaikan dengan perjalanan: perhatikan perlindungan air, angin, kerah, manset, resleting, serta breathability, terutama untuk touring jarak jauh.
Jaket motor sering disebut antiair atau antiangin, seolah-olah keduanya memiliki fungsi yang sama. Padahal, kemampuan menahan air dan kemampuan menghambat angin berasal dari karakteristik material serta konstruksi yang berbeda.
Hal ini penting dipahami, terutama bagi pengendara yang sering melakukan perjalanan jauh. Jaket yang efektif menahan hujan belum tentu mampu memberikan perlindungan maksimal dari terpaan angin, begitu pula sebaliknya.
1. Antiair dirancang menahan masuknya air

ilustrasi mengenakan jaket motor di tengah musim hujan (pexels.com/Duy Nod) Jaket antiair atau waterproof memiliki material dan lapisan yang dirancang untuk menghambat air menembus kain. Beberapa produk menggunakan membran khusus, sementara jas hujan sederhana mengandalkan material yang sangat rapat untuk mencegah air masuk.
Namun, kemampuan tersebut tidak otomatis membuat jaket benar-benar kedap terhadap angin. Celah pada resleting, ventilasi, jahitan, atau bagian leher dan pergelangan tangan tetap bisa menjadi jalur masuk udara. Karena itu, jaket yang tahan hujan belum tentu memberikan perlindungan angin yang maksimal saat motor melaju kencang.
2. Antiangin membutuhkan konstruksi yang rapat

ilustrasi pria memakai jaket motor (unsplash.com/The Ride Academy) Jaket antiangin dirancang untuk mengurangi udara yang menembus material ketika tubuh terkena terpaan angin. Materialnya biasanya memiliki struktur yang lebih rapat sehingga udara dari luar tidak mudah masuk dan mengambil panas tubuh.
Namun, jaket yang mampu menahan angin belum tentu tahan terhadap hujan deras. Jika material tidak memiliki lapisan atau membran antiair, air dapat tetap meresap ketika terkena hujan dalam waktu lama. Bahkan, beberapa jaket yang sangat rapat terhadap angin bisa membuat sirkulasi uap dari tubuh menjadi kurang optimal.
3. Pilih sesuai kebutuhan berkendara

ilustrasi mengenakan jaket motor berbahan mesh (pexels.com/Yasin Vatansever) Untuk perjalanan harian di perkotaan, jaket yang memiliki perlindungan terhadap angin dan air sekaligus dapat menjadi pilihan praktis. Perhatikan juga desain kerah, manset, resleting, dan bagian bawah jaket karena perlindungan tidak hanya bergantung pada material utama.
Sementara itu, pengendara yang sering touring membutuhkan perlindungan lebih lengkap. Jaket dengan membran waterproof sekaligus windproof dapat membantu menghadapi hujan dan terpaan angin dalam perjalanan panjang. Namun, kemampuan bernapas atau breathability juga penting agar keringat tidak terperangkap di dalam. Jadi, jangan hanya melihat label antiair atau antiangin, tetapi periksa fungsi keseluruhan jaket sesuai kondisi perjalanan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















