Kenapa Marka Jalan Bisa Lebih Licin Saat Hujan? Ini Penjelasannya

- Marka jalan memakai material berbeda dari aspal; saat basah, lapisan air dapat mengurangi daya cengkeram ban, terutama pada permukaan marka yang lebih halus.
- Risiko motor kehilangan stabilitas meningkat saat pengereman mendadak atau perubahan arah di atas marka basah, sehingga manuver agresif perlu dihindari.
- Tingkat licin dipengaruhi material, usia, tekstur, dan kebasahan marka serta kondisi ban; pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menjaga motor tetap stabil.
Marka jalan seperti garis putih, garis kuning, zebra cross, dan simbol di permukaan aspal membantu mengatur lalu lintas. Namun, permukaan marka bisa terasa berbeda ketika terkena air hujan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Kondisi ini membuat pengendara perlu lebih berhati-hati ketika melewati marka dalam posisi motor sedang miring atau melakukan pengereman. Lalu, mengapa permukaan marka bisa terasa lebih licin dibandingkan aspal?
1. Permukaan marka berbeda dari aspal

ilustrasi marka jalan warna putih (unsplash/scottbridges) Marka jalan dibuat menggunakan material khusus yang berbeda dari permukaan aspal di sekitarnya. Material tersebut dirancang agar memiliki warna yang terlihat jelas dan mampu bertahan terhadap lalu lintas kendaraan serta kondisi lingkungan.
Ketika kering, perbedaan tekstur antara marka dan aspal mungkin tidak terlalu terasa. Namun, ketika terkena air, karakter permukaan marka dapat berubah. Air dapat membentuk lapisan tipis di antara ban dan permukaan marka sehingga daya cengkeram ban bisa berkurang dibandingkan ketika melewati aspal yang memiliki tekstur lebih kasar.
2. Air membuat traksi ban berkurang

ilustrasi jalan basah (pexels.com/veeterzy) Ban membutuhkan kontak yang baik dengan permukaan jalan untuk menghasilkan traksi. Saat hujan, air berada di antara permukaan ban dan jalan sehingga tingkat cengkeraman secara umum dapat menurun. Kondisi tersebut bisa terasa lebih jelas ketika ban melewati permukaan marka yang lebih halus.
Risikonya menjadi lebih besar jika pengendara melakukan pengereman mendadak atau mengubah arah ketika sedang berada di atas marka. Ban bisa kehilangan sebagian traksi dan motor menjadi kurang stabil. Karena itu, sebaiknya hindari melakukan manuver agresif ketika roda sedang melintasi garis marka yang basah.
3. Ban dan kondisi marka ikut menentukan

ilustrasi ban motor (wahanahonda.com) Tidak semua marka memiliki tingkat kelicinan yang sama. Jenis material, tekstur, usia marka, kondisi permukaan, serta tingkat kebasahan dapat memengaruhi karakter traksinya. Marka yang sudah aus juga bisa memiliki kondisi permukaan yang berbeda dibandingkan marka baru.
Kondisi ban motor juga sangat menentukan. Ban dengan alur yang sudah tipis, tekanan angin tidak sesuai, atau karet yang sudah menua akan memiliki kemampuan mencengkeram yang berbeda. Ketika hujan, perbedaan tersebut bisa semakin terasa, terutama saat motor melewati marka, pelat logam, atau permukaan jalan lain yang memiliki karakter berbeda dari aspal.
Karena itu, marka jalan sebaiknya diperlakukan sebagai area yang perlu dilewati dengan lebih hati-hati ketika basah. Kurangi kecepatan sebelum melintasinya dan usahakan motor tetap dalam posisi stabil.
Hindari mengerem keras, melakukan akselerasi mendadak, atau menikung secara agresif tepat di atas marka basah. Dengan teknik berkendara yang lebih halus dan kondisi ban yang baik, risiko kehilangan traksi saat hujan dapat dikurangi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















