Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Pertamax Berwarna Biru dan Pertalite Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenapa Pertamax Berwarna Biru dan Pertalite Hijau? Ini Alasan Ilmiahnya
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Ekaterina Belinskaya)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Warna biru pada Pertamax dan hijau pada Pertalite berasal dari zat pewarna kimia ramah lingkungan yang berfungsi sebagai identitas visual tanpa memengaruhi performa bahan bakar.
  • Pertamax berwarna biru memiliki nilai oktan 92 untuk mesin berkompresi tinggi, sedangkan Pertalite hijau bernilai oktan 90 cocok bagi kendaraan dengan kompresi standar.
  • Sistem warna ini membantu mencegah pengoplosan bensin karena perubahan warna mudah dikenali, sehingga konsumen dapat memastikan keaslian bahan bakar secara mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bahan bakar minyak yang tersedia di berbagai stasiun pengisian memiliki cairan dengan rona warna yang sangat khas dan mencolok. Varian pertamax hadir dengan warna biru jernih yang memikat mata, sementara varian pertalite tampil menonjol dengan warna hijau terang.

Pembedaan visual yang kontras ini sering kali mengundang perhatian mengenai alasan fungsional di balik pemberian warna tersebut. Pada kondisi awal setelah melalui proses penyulingan di kilang minyak, seluruh cairan bensin sebenarnya bersifat transparan atau bening tanpa warna.

1. Kode warna khusus sebagai sistem identitas nilai oktan bahan bakar

Ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/cottonbro studio)
Ilustrasi mengisi bensin (pexels.com/cottonbro studio)

Pemberian warna biru pada Pertamax dan warna hijau pada Pertalite dilakukan secara sengaja melalui penambahan zat pewarna kimia khusus. Zat pewarna yang digunakan ini diproduksi dengan formulasi ramah lingkungan sehingga tidak meninggalkan residu kerak pada komponen ruang bakar. Penambahan pigmen warna ini murni berfungsi sebagai identitas visual dan tidak mengubah performa dasar ataupun struktur energi dari bensin.

Sistem pengodean warna yang sangat kontras ini bertujuan untuk mempermudah manajemen logistik dan pengawasan kualitas dari hulu hingga ke hilir. Petugas stasiun pengisian dapat dengan cepat mengidentifikasi jenis bahan bakar saat proses bongkar muat dari truk tangki guna menghindari risiko tercampurnya cairan. Pembedaan ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat luas untuk memastikan jenis bensin yang dialirkan ke dalam tangki kendaraan.

2. Kesesuaian spesifikasi oktan bensin dengan tuntutan kompresi mesin

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Visual Karsa)
ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Visual Karsa)

Cairan Pertamax yang diberi warna biru menandakan bahwa bahan bakar tersebut memiliki nilai oktan sembilan puluh dua. Karakteristik bensin berwarna biru ini dirancang khusus untuk mesin kendaraan generasi terbaru yang mengadopsi rasio kompresi tinggi. Tingkat oktan yang tinggi memastikan bensin tidak mudah meledak sebelum waktunya, sehingga proses pembakaran di dalam piston dapat berjalan dengan sangat efisien.

Di sisi lain, Pertalite yang diberi warna hijau memiliki kandungan nilai oktan sembilan puluh yang disesuaikan untuk kendaraan kelas menengah. Bensin berwarna hijau ini ditujukan bagi mesin dengan kompresi standar yang banyak digunakan pada kendaraan operasional harian masyarakat. Melalui panduan warna biru dan hijau ini, pemilik kendaraan dapat dengan bijak memilih jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

3. Perlindungan konsumen dari risiko pengoplosan bensin di jalanan

Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi mengisi bensin (Pexels/cottonbro studio)

Aspek krusial lain dari penerapan kebijakan pewarnaan bahan bakar ini adalah sebagai instrumen pelindung bagi hak-hak konsumen. Keberadaan warna baku yang konsisten menyulitkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik pemalsuan atau pengoplosan bensin demi keuntungan pribadi. Perubahan warna yang menjadi keruh atau pudar menjadi indikasi awal yang sangat mudah dikenali bahwa bahan bakar tersebut sudah tidak murni lagi.

Konsumen dapat melakukan pengujian secara mandiri dengan cara menampung sedikit cairan bensin ke dalam botol kaca yang bening. Jika cairan tidak memperlihatkan warna biru atau hijau yang pekat dan cerah, maka patut diwaspadai adanya kontaminasi zat asing. Memahami karakteristik warna asli dari setiap varian bensin sangat membantu dalam menjaga keandalan mesin kendaraan dari kerusakan akibat bahan bakar kualitas rendah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More