Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi rem tromol motor (hondacengkareng.com)
  • Produsen motor semakin beralih dari rem tromol ke rem cakram, terutama pada model bertenaga besar, karena membutuhkan pengereman yang lebih responsif untuk keselamatan.
  • Rem cakram lebih efektif melepas panas berkat piringan terbuka, sehingga kinerjanya lebih konsisten saat digunakan berulang, di turunan panjang, atau membawa beban berat.
  • Perawatan rem cakram lebih praktis dan mudah dipadukan dengan ABS, sementara rem tromol tetap dipakai pada motor ekonomis karena lebih murah dan sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rem merupakan komponen keselamatan yang tidak bisa dipisahkan dari sepeda motor. Seiring perkembangan teknologi otomotif, sistem pengereman juga mengalami perubahan. Salah satu yang paling terlihat adalah semakin banyak produsen motor meninggalkan rem tromol dan beralih menggunakan rem cakram.

Pada motor keluaran terbaru, rem cakram bahkan mulai digunakan pada kedua roda, terutama untuk model berkapasitas mesin besar. Sementara itu, rem tromol perlahan hanya dipertahankan pada sejumlah motor entry-level. Lantas, apa yang membuat rem tromol mulai ditinggalkan?

1. Kemampuan pengereman rem cakram lebih responsif

rem cakram di Honda Vario 160 (astra-honda.com)

Salah satu alasan utama pergeseran dari rem tromol ke rem cakram adalah kemampuan pengeremannya yang lebih responsif. Rem cakram bekerja dengan menjepit piringan menggunakan kampas rem melalui mekanisme kaliper. Tekanan tersebut menghasilkan gaya gesek yang memperlambat putaran roda.

Sementara itu, rem tromol menggunakan sepatu rem yang menekan bagian dalam drum untuk menghasilkan gesekan. Mekanisme ini sebenarnya cukup efektif untuk penggunaan sehari-hari. Namun, respons pengeremannya cenderung tidak secepat rem cakram, terutama ketika membutuhkan deselerasi mendadak. Karakter rem tromol juga lebih mudah berubah akibat kondisi komponen dan penyetelan yang kurang tepat.

Pada motor modern dengan tenaga dan kecepatan lebih tinggi, respons pengereman menjadi semakin penting. Karena itu, rem cakram lebih banyak dipilih untuk mendukung kebutuhan keselamatan berkendara.

2. Rem cakram lebih mudah melepas panas

ilustrasi rem cakram (unsplash.com/Hans Ripa)

Panas merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja sistem pengereman. Ketika rem digunakan berulang kali, gesekan antara kampas dan permukaan pengereman menghasilkan panas. Jika panas berlebihan, kemampuan pengereman bisa menurun atau mengalami gejala brake fade.

Dalam hal ini, rem cakram memiliki keunggulan karena piringannya terbuka dan langsung terpapar udara. Kondisi tersebut membuat panas lebih mudah dilepaskan ke lingkungan. Beberapa motor bahkan menggunakan piringan cakram berlubang untuk membantu proses pendinginan sekaligus mengurangi penumpukan air dan kotoran pada permukaan pengereman.

Sebaliknya, rem tromol memiliki konstruksi tertutup sehingga pelepasan panas tidak seefektif rem cakram. Ketika digunakan terus-menerus, terutama saat melewati turunan panjang atau membawa beban berat, suhu di dalam tromol bisa meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi konsistensi pengereman.

3. Lebih praktis untuk perawatan dan mendukung teknologi modern

ilustrasi rem cakram pada motor (pexels.com/Magda Ehlers)

Rem cakram juga menawarkan kemudahan dalam pemeriksaan dan perawatan. Kondisi kampas rem dapat dilihat secara langsung tanpa harus membongkar banyak bagian. Penggantian kampas pun relatif praktis. Hal ini membuat pemilik motor maupun mekanik lebih mudah memantau kondisi sistem pengereman.

Selain itu, rem cakram lebih mudah dipadukan dengan teknologi keselamatan modern seperti anti-lock braking system (ABS). Sistem ABS bekerja dengan mengatur tekanan pengereman agar roda tidak terkunci ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Meskipun ABS juga dapat diterapkan pada sistem rem tromol, penggunaan rem cakram memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan sistem pengereman modern.

Meski begitu, bukan berarti rem tromol sudah tidak layak digunakan. Sistem ini masih memiliki keunggulan berupa biaya produksi lebih murah, konstruksi sederhana, serta perlindungan komponen dari paparan kotoran. Itulah sebabnya sejumlah motor ekonomis masih menggunakannya, khususnya pada roda belakang. Peralihan ke rem cakram lebih mencerminkan kebutuhan industri terhadap performa, efisiensi perawatan, dan teknologi keselamatan yang terus berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article