Akibat Masalah As Roda, Volvo Tarik Ribuan Unit XC70

- Penarikan kembali 15.000 unit Volvo XC70
- Perbaikan gratis dan penggantian suku cadang
- Teknologi canggih di balik Volvo XC70
Kabar mengejutkan datang dari pabrikan otomotif asal Swedia yang terkenal dengan standar keselamatannya. Zhejiang Haoqing Automobile Manufacturing, produsen utama kendaraan Volvo di China, secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap hampir 15.000 unit Volvo XC70 karena adanya potensi bahaya pada komponen penggerak.
Langkah ini diambil setelah ditemukan cacat pada bagian as roda belakang kiri yang dapat mengancam keselamatan pengemudi. Berdasarkan laporan yang dikutip dari carnewschina.com, penarikan ini mencakup unit yang diproduksi secara domestik di China dan telah dilaporkan kepada otoritas regulasi pasar setempat.
1. Masalah desain pada komponen as roda belakang

Penarikan ini melibatkan sebanyak 14.768 unit Volvo XC70 varian penggerak semua roda (all-wheel drive) yang diproduksi antara tanggal 7 Mei 2025 hingga 22 Desember 2025. Masalah utama terletak pada penyimpangan adaptabilitas pada as roda belakang bagian kiri akibat kesalahan dalam proses desain dan manufaktur.
Dalam kondisi ekstrem, penyimpangan ini dapat menyebabkan as roda terlepas dari motor penggerak belakang saat mobil sedang melaju. Jika hal ini terjadi, kendaraan bisa kehilangan kendali atau tenaga secara mendadak, yang tentu saja meningkatkan risiko kecelakaan serius di jalan raya. Pihak manufaktur menekankan bahwa perbaikan harus segera dilakukan untuk mengeliminasi risiko tersebut sepenuhnya.
2. Langkah perbaikan gratis dan penggantian suku cadang

Sebagai bentuk tanggung jawab, produsen akan memberikan layanan pemeriksaan dan perbaikan melalui jaringan dealer resmi Volvo. Kendaraan yang teridentifikasi memiliki penyimpangan as roda akan mendapatkan penggantian komponen secara cuma-cuma alias gratis. Selain itu, untuk unit lainnya yang masuk dalam daftar penarikan, teknisi akan memasang pengunci (circlip) as roda yang telah dikembangkan lebih baik.
Tidak hanya fokus pada as roda, proses perbaikan ini juga mencakup pembersihan dan pelumasan ulang oli pada motor penggerak belakang. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada residu atau gangguan mekanis lain yang tertinggal akibat cacat produksi tersebut. Dealer resmi akan segera menghubungi para pemilik kendaraan yang terdampak untuk mengatur jadwal perbaikan secepat mungkin.
3. Mengenal teknologi canggih di balik Volvo XC70

Volvo XC70 merupakan SUV mewah segmen-D yang dibangun di atas arsitektur SMA Super Hybrid. Mobil yang baru saja diluncurkan pada September 2025 ini mengandalkan sistem hibrida super canggih. Jantung pacunya terdiri dari mesin 1.5T plug-in hybrid yang dipadukan dengan tiga motor listrik (P1+P2+P4) serta transmisi DHT 3-percepatan yang sangat efisien.
Teknologi mesinnya menggunakan siklus Miller dengan efisiensi termal mencapai 44 persen, menghasilkan tenaga maksimal 120 kW. Keunggulan utama sistem ini adalah kemampuan mesin bensin untuk menggerakkan roda secara langsung sejak kecepatan 20 km/jam, jauh lebih cepat dibandingkan sistem hibrida satu percepatan pada umumnya. Sayangnya, kecanggihan performa ini kini dibayangi oleh masalah teknis pada bagian as roda yang memaksa ribuan pemiliknya untuk kembali ke bengkel.


















