Efisiensi bahan bakar dalam berkendara bukan hanya ditentukan oleh teknologi mesin atau kualitas oktan bensin yang digunakan, melainkan juga oleh perilaku pengemudi di balik setang kemudi. Salah satu metode yang sering dibicarakan oleh para pegiat irit berkendara adalah teknik rolling gas, sebuah cara mengoperasikan tuas akselerasi secara halus dan terukur. Teknik ini bertujuan untuk menjaga momentum kendaraan agar mesin tidak perlu bekerja ekstra keras dalam menghasilkan tenaga yang terbuang sia-sia akibat pembukaan katup gas yang agresif.
Banyak pengendara motor, terutama pengguna motor matik, cenderung membuka gas secara mendadak saat memulai perjalanan atau setelah melakukan pengereman. Kebiasaan "betot gas" ini justru memicu konsumsi bahan bakar yang sangat boros karena suplai bensin yang dikirim ke ruang bakar menjadi berlebih secara tiba-tiba. Melalui penerapan teknik rolling gas yang tepat, aliran tenaga dapat disalurkan secara linear, menciptakan pola berkendara yang lebih tenang, aman, dan tentunya jauh lebih hemat pengeluaran bulanan untuk urusan bahan bakar.
