ilustrasi mesin motor (pixabay.com/ArtisticOperations)
Jenis cairan yang digunakan dalam radiator turut memengaruhi kemampuan sistem dalam menjaga temperatur mesin. Penggunaan air biasa dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko munculnya karat dan endapan pada saluran pendingin. Endapan tersebut pada akhirnya dapat mengganggu sirkulasi dan kinerja sistem radiator.
Coolant yang sesuai dirancang untuk membantu proses pendinginan sekaligus memberikan perlindungan pada komponen sistem radiator. Jika cairan pendingin sudah kotor atau kualitasnya menurun, penggantian sesuai rekomendasi kendaraan dapat dilakukan. Pastikan pula volume coolant diperiksa secara berkala agar sistem pendingin tetap bekerja dengan baik.
Kalau motor mulai sering panas, jangan hanya melihat apakah air radiator masih cukup atau tidak. Coba perhatikan juga kondisi kipas, radiator, thermostat, dan sirkulasi cairan pendinginnya agar perjalanan tetap nyaman tanpa drama mesin kepanasan.