ilustrasi tangki motor (pexels.com/Alexey Demidov)
Saat mesin masih dingin, sistem manajemen mesin dapat menyesuaikan suplai bahan bakar agar proses pembakaran tetap berjalan dengan baik. Pada beberapa kondisi, campuran bahan bakar yang digunakan saat mesin dingin bisa berbeda dibandingkan ketika mesin sudah mencapai suhu kerja.
Jika gas terus dimainkan, jumlah bahan bakar yang masuk tentu akan meningkat seiring naiknya putaran mesin. Kebiasaan tersebut tidak memberikan keuntungan berarti jika tujuannya hanya untuk mempercepat proses pemanasan mesin.
Selain berpotensi membuat konsumsi bahan bakar lebih boros, kebiasaan memainkan gas saat motor berhenti juga dapat membuat mesin bekerja tanpa memberikan manfaat berupa pergerakan kendaraan. Energi tetap digunakan, tetapi motor belum melakukan perjalanan.
Cara yang lebih baik adalah menyalakan motor, memastikan putaran langsam stabil, lalu mulai berkendara dengan halus. Dengan begitu, mesin dapat mencapai suhu kerja sambil kendaraan digunakan untuk perjalanan.
Pada akhirnya, menarik gas saat mesin motor masih dingin memang tidak selalu langsung menyebabkan kerusakan. Namun, jika dilakukan secara agresif dan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat menambah beban pada mesin dan berpotensi mempercepat keausan komponen.
Tidak perlu memanaskan motor terlalu lama atau memainkan gas berkali-kali. Cukup nyalakan mesin, tunggu beberapa saat hingga langsam stabil, kemudian gunakan motor dengan lembut sebelum melakukan akselerasi lebih tinggi.