Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Bikin Drop Baterai Motor Listrik

3 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Bikin Drop Baterai Motor Listrik
Parkir Motor Listrik (unsplash.com/I am Zion)
  • Baterai motor listrik menentukan jarak tempuh dan performa, tetapi kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele dapat mempercepat penurunan kinerja serta memendekkan usia pakainya.
  • Terlalu sering membiarkan daya nyaris habis memberi tekanan lebih besar pada sel baterai; pengisian sebaiknya dilakukan saat kapasitas mulai berkurang, bukan ketika sudah kritis.
  • Panas berlebih dan kondisi penuh terlalu lama perlu dihindari; parkir di tempat teduh, dinginkan motor sebelum mengisi, serta ikuti rekomendasi produsen soal pengisian dan penyimpanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada motor listrik. Kondisinya sangat menentukan jarak tempuh sekaligus performa kendaraan saat digunakan sehari-hari.

Sayangnya, ada sejumlah kebiasaan yang terlihat sepele tetapi bisa membuat baterai lebih cepat kehilangan performa. Jika terus dilakukan, usia pakai baterai pun berpotensi menjadi lebih pendek.

  1. 1. Terlalu sering membiarkan baterai hampir habis

    IoT Motor Listrik
    IoT Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)

    Menunggu baterai motor listrik sampai benar-benar kritis sebelum mengisi daya bukan kebiasaan yang ideal. Baterai lithium-ion yang banyak digunakan kendaraan listrik memang tidak harus selalu diisi sampai penuh, tetapi terlalu sering membiarkannya berada pada kondisi sangat rendah dapat memberikan tekanan lebih besar pada sel baterai.

    Kebiasaan tersebut semakin kurang ideal jika motor langsung digunakan untuk perjalanan jauh setelah indikator menunjukkan daya yang sangat rendah. Lebih baik melakukan pengisian ketika kapasitas baterai sudah mulai berkurang, sehingga baterai tidak terus-menerus bekerja dalam kondisi mendekati batas bawah.

  2. 2. sering membiarkan motor dalam kondisi terlalu panas

    Alarm Motor Listrik
    Alarm Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)

    Suhu merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan baterai. Memarkir motor listrik di bawah terik matahari dalam waktu lama, terutama ketika baterai sedang dalam kondisi panas setelah digunakan, dapat meningkatkan temperatur baterai.

    Kondisi panas berlebih juga bisa terjadi ketika motor langsung diisi daya setelah perjalanan panjang tanpa memberikan waktu untuk menurunkan suhu. Karena itu, sebaiknya motor diparkir di tempat teduh dan diberi waktu hingga suhunya lebih stabil sebelum melakukan pengisian, terutama setelah digunakan dalam kondisi berat.

  3. 3. terlalu sering mengisi daya sampai penuh

    Motor Listrik Parkir
    Motor Listrik Parkir (unsplash.com/ather energy)

    Mengisi baterai sampai 100 persen sebenarnya tidak otomatis merusak baterai. Namun, jika motor selalu dipertahankan pada kondisi penuh dalam waktu lama, beban terhadap baterai dapat meningkat dibandingkan jika kapasitasnya dikelola dengan lebih bijak.

    Kebiasaan ini terutama perlu diperhatikan jika motor jarang digunakan. Tidak ada manfaat besar membiarkan baterai berada pada kondisi penuh selama berhari-hari hanya karena ingin kendaraan selalu siap digunakan. Untuk pemakaian harian, mengikuti rekomendasi produsen mengenai batas pengisian dan penyimpanan baterai menjadi langkah paling aman untuk menjaga performanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More