5 Penyebab yang Membuat Oli Mobil Mengalami Kebocoran

- Kebocoran oli mobil tidak boleh diabaikan karena dapat memicu mesin panas berlebih, mengganggu performa, dan meningkatkan biaya perbaikan.
- Gasket atau seal yang aus maupun rusak dapat menciptakan celah pada sambungan dan poros mesin, terutama pada kendaraan berusia atau berjarak tempuh tinggi.
- Baut kendur, tekanan oli tidak stabil akibat ventilasi atau katup PCV tersumbat, serta filter oli kurang rapat juga menjadi pemicu rembesan.
Apakah mobil kamu pernah mengalami rembesan oli? Kondisi tersebut tidak boleh diabaikan begitu saja. Jika dibiarkan, kebocoran oli dapat menyebabkan mesin mengalami panas berlebih.
Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui faktor-faktor yang memicu terjadinya kebocoran oli. Memahami penyebabnya akan membantu mencegah kerusakan yang lebih parah. Dengan begitu, performa mesin dapat tetap terjaga dan biaya perbaikan tidak membengkak.
1. Paking atau gasket aus

ilustrasi mobil (unsplash.com/Александр Бендус) Gasket atau paking memiliki peran untuk merapatkan sambungan antarkomponen mesin, contohnya pada tutup klep dan carter oli. Material gasket yang digunakan akan terus terpapar suhu tinggi dari mesin. Lama kelamaan kondisi tersebut membuat gasket menjadi mengeras, retak, hingga getas.
Apabila gasket sudah kehilangan elastisitasnya, celah kecil akan muncul di antara sambungan. Melalui celah itulah oli berpotensi merembes keluar. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, kamu sebaiknya segera melakukan pemeriksaan dan penggantian gasket yang sudah aus.
2. Seal oli rusak

ilustrasi mobil (unsplash.com/Sven D) Seal oli dipasang di beberapa titik vital mesin, salah satunya pada crankshaft dan camshaft. Komponen ini berfungsi menahan oli agar tidak keluar dari celah poros. Seiring bertambahnya usia kendaraan, seal cenderung mengalami penurunan kualitas.
Kerusakan berupa aus atau robek pada seal dapat membuat oli merembes melalui poros mesin. Masalah ini umumnya lebih sering ditemukan pada mobil dengan jarak tempuh dan usia pakai yang sudah tinggi. Karena itu, kamu perlu rutin memeriksa kondisi seal agar kebocoran bisa dicegah sejak awal.
3. Baut kendor

ilustrasi mobil (pexels.com/Justiniano Adriano) Getaran yang timbul dari mesin secara terus-menerus bisa membuat baut pengikat carter dan komponen lainnya menjadi kendur. Kondisi baut yang tidak kencang akan mengurangi kerapatan sambungan antarbagian mesin. Hal ini dapat membuka celah kecil yang tidak terlihat secara kasat mata.
Celah sekecil apa pun akibat baut longgar sudah cukup untuk membuat oli keluar. Akibatnya, kamu akan menemukan bercak oli di bawah mobil atau penurunan volume oli mesin. Oleh karena itu, pemeriksaan kekencangan baut perlu dilakukan secara berkala agar kebocoran dapat dihindari.
4. Tekanan oli terlalu tinggi

ilustrasi mobil (pexels.com/Serdar Göksu) Tekanan oli yang naik-turun secara tidak normal juga berpotensi menimbulkan kebocoran. Kondisi ini dapat terjadi ketika aliran oli di dalam mesin tidak berjalan dengan stabil. Akibatnya, oli terdorong keluar melalui celah-celah yang paling lemah.
Salah satu penyebab umum dari tekanan tidak stabil adalah tersumbatnya sistem ventilasi mesin, termasuk katup PCV. Ketika katup PCV mengalami penyumbatan, tekanan berlebih di dalam mesin tidak dapat dibuang dengan baik. Karena itu, kamu perlu memastikan sistem ventilasi dan katup PCV selalu dalam kondisi bersih agar rembesan oli dapat dicegah.
5. Filter oli tidak terpasang sempurna

ilustrasi mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich) Proses penggantian oli juga bisa menjadi pemicu terjadinya kebocoran jika pemasangan filter tidak dilakukan dengan benar. Filter oli yang kurang rapat akan meninggalkan celah pada dudukan sehingga oli mudah merembes keluar. Kesalahan kecil ini sering terlewat saat servis.
Selain itu, kondisi karet seal pada filter yang sudah rusak turut memperbesar risiko rembesan. Seal yang getas atau sobek tidak mampu menahan tekanan oli di dalam mesin. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan filter terpasang kencang dan menggunakan seal yang masih dalam kondisi baik setiap kali mengganti oli.
Kebocoran oli bisa dipicu oleh gasket, seal, baut longgar, tekanan oli tidak stabil, dan pemasangan filter yang tidak tepat. Kerusakan-kerusakan kecil tersebut dapat membuat oli merembes keluar dari mesin. Hal yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa komponen-komponen tersebut agar mesin tetap aman dan tidak overheat.





















