Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik, Gak Cuma Eco Mode

6 Cara Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik, Gak Cuma Eco Mode
Ilustrasi mobil listrik (pexels.com/smart-me AG)
  • Akselerasi bertahap dan kecepatan stabil membantu menekan konsumsi energi, terutama di jalan tol; cruise control dapat digunakan jika kondisi lalu lintas memungkinkan.
  • Regenerative braking perlu disesuaikan dengan kondisi jalan, sementara preconditioning kabin saat mobil masih terhubung charger mengurangi beban baterai untuk AC.
  • Mengurangi barang dan aksesori atap yang tidak perlu serta menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan membantu mobil listrik menempuh jarak lebih efisien.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat estimasi jarak tempuh mobil listrik terus berkurang bisa bikin pengemudi cemas, apalagi saat lokasi pengisian daya masih jauh. Padahal, jarak tempuh kendaraan listrik gak hanya dipengaruhi kapasitas baterai. Gaya berkendara, penggunaan AC, kecepatan, hingga muatan turut menentukan konsumsi energinya.

Kamu juga gak harus selalu mematikan berbagai fitur kenyamanan demi menghemat baterai. Beberapa penyesuaian sederhana sudah cukup untuk membuat penggunaan energi lebih efisien. Berikut cara memaksimalkan jarak tempuh mobil listrik yang bisa diterapkan dalam perjalanan sehari-hari.

  1. 1. Tekan pedal akselerator secara bertahap

    Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir
    Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)

    Torsi instan menjadi salah satu daya tarik mobil listrik. Sekali pedal akselerator ditekan dalam, mobil bisa langsung melaju dengan cepat. Namun, akselerasi agresif juga meminta energi besar dari baterai dalam waktu singkat. Jika dilakukan berulang kali, estimasi jarak tempuh dapat turun lebih cepat.

    Biasakan menekan pedal secara bertahap, terutama setelah berhenti di lampu merah atau saat menghadapi kemacetan. Mode eco dapat membantu melembutkan respons akselerator, tetapi hasilnya tetap bergantung pada cara pengemudi mengatur kaki. Akselerasi yang halus juga bikin perjalanan terasa lebih nyaman bagi penumpang.

  2. 2. Jaga kecepatan tetap stabil di jalan tol

    Ilustrasi speedometer mobil
    Ilustrasi speedometer mobil (freepik.com/Pixabay)

    Mobil listrik umumnya efisien ketika digunakan di perkotaan karena bisa memanfaatkan pengereman regeneratif. Sebaliknya, kendaraan membutuhkan lebih banyak energi saat terus melaju kencang di jalan tol. Hambatan udara juga meningkat seiring bertambahnya kecepatan.

    Karena itu, hindari kebiasaan berakselerasi dan mengerem secara mendadak. Jaga kecepatan sesuai batas yang berlaku dan manfaatkan cruise control jika situasi lalu lintas memungkinkan. Kecepatan yang konsisten dapat membantu mobil menghitung sisa jarak tempuh dengan lebih akurat.

  3. 3. Manfaatkan regenerative braking dengan tepat

    Ilustrasi cakram rem mobil
    Ilustrasi cakram rem mobil (pexels.com/Erik Mclean)

    Regenerative braking mengubah sebagian energi saat mobil melambat menjadi listrik yang disimpan kembali ke baterai. Fitur ini membuat mobil listrik lebih efisien dalam lalu lintas perkotaan yang penuh aktivitas berhenti dan berjalan.

    Pilih tingkat regenerasi sesuai kondisi jalan. Mode regenerasi tinggi atau one-pedal driving cocok untuk kemacetan dan jalan menurun, sedangkan tingkat yang lebih ringan bisa terasa nyaman di jalan yang lancar. Tetap lakukan pengereman secara aman dan jangan memaksakan regenerasi jika kondisi jalan licin atau petunjuk pabrikan menyatakan sebaliknya.

  4. 4. Atur suhu kabin sebelum mobil dilepas dari charger

    Ilustrasi kabin mobil
    Ilustrasi kabin mobil (pexels.com/Kipras Zabeliauskas)

    AC mengambil energi dari baterai yang juga digunakan untuk menggerakkan kendaraan. Ketika kabin sangat panas, sistem pendingin perlu bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Kondisi ini bisa mengurangi energi yang tersedia untuk perjalanan.

    Jika mobil menyediakan fitur preconditioning, atur suhu kabin ketika kendaraan masih terhubung dengan charger. Energi untuk mendinginkan kabin dapat berasal dari jaringan listrik, bukan sepenuhnya dari baterai. Setelah berkendara, pilih suhu yang nyaman dan hindari menyetel AC terlalu rendah tanpa kebutuhan.

  5. 5. Jangan membawa barang yang gak diperlukan

    Ilustrasi menaruh barang dibagasi mobil
    Ilustrasi menaruh barang dibagasi mobil (pexels.com/Katya Wolf)

    Semakin berat beban yang dibawa, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan. Perbedaannya mungkin gak langsung terlihat dalam perjalanan pendek, tetapi bisa terasa ketika mobil dipakai menempuh jarak jauh atau melewati banyak tanjakan.

    Periksa kembali bagasi sebelum bepergian. Keluarkan barang berat yang sudah gak digunakan dan lepaskan roof box jika sedang tidak diperlukan. Selain menambah bobot, aksesori pada atap juga dapat memperbesar hambatan udara ketika mobil melaju.

  6. 6. Periksa tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan

    Ilustrasi seseorang memeriksa kondisi dan tekanan ban mobil sebelum perjalanan jauh.
    ilustrasi mengecek kondisi dan tekanan ban mobil sebelum road trip (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Tekanan ban yang kurang membuat bidang kontak ban dengan jalan bertambah sehingga hambatan gulir menjadi lebih besar. Mobil akhirnya membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan kecepatan. Tekanan yang gak tepat juga dapat memengaruhi pengendalian dan pola keausan ban.

    Periksa tekanan ketika ban masih dingin dan ikuti angka pada stiker di pilar pintu atau buku manual kendaraan. Jangan menggunakan angka tekanan maksimum pada dinding ban sebagai patokan harian. Karena mobil listrik memiliki bobot dan karakter torsi berbeda, ukuran serta spesifikasi ban juga sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan.

    Memaksimalkan jarak tempuh mobil listrik gak harus dilakukan dengan mengorbankan kenyamanan. Akselerasi halus, kecepatan stabil, penggunaan regenerative braking, serta pengaturan suhu kabin bisa membantu energi baterai digunakan secara lebih efisien.

    Hal terpenting adalah memahami karakter mobil yang dipakai. Pantau konsumsi energi melalui panel instrumen dan sesuaikan kebiasaan berdasarkan rute. Dengan begitu, perjalanan terasa lebih tenang tanpa terus-menerus mencemaskan indikator baterai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More