Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Berkendara Naik Motor Saat Hujan Abu Vulkanik, Hati-hati!
ilustrasi hujan abu vulkanik (commons.wikimedia.org)

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sebaran abu vulkanik terdeteksi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat. Kondisi ini tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menurunkan jarak pandang dan mengiritasi mata serta saluran pernapasan.

Bagi kamu yang tetap harus bepergian menggunakan kendaraan, berkendara di tengah hujan abu tentu membutuhkan perhatian ekstra. Mulai dari menggunakan masker dan pelindung mata, menutup kaca helm, hingga menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.

Lantas, bagaimana tips berkendara naik motor saat hujan abu vulkanik agar tetap aman? Simak panduannya berikut ini.

1. Gunakan pelindung wajah seperti masker dan balaclava

Abu vulkanik memiliki partikel yang jauh lebih kecil dan berbahaya dari debu biasa. Karena itu, abu tersebut bisa dengan mudah masuk ke sistem pernafasan lewat hidung atau mulut.

Untuk mencegahnya, kamu harus menggunakan pelindung wajah seperti masker dan balaclava. Keduanya bisa menutupi mulut, hidung, telinga, dan sebagian besar wajah sehingga menghalangi abu.

Masker yang dipakai juga tak sembarangan. Sangat disarankan untuk mengenakan masker khusus seperti N95, KN95, dan FFP2. Misal tak punya atau tidak menemukan masker khusus kamu juga bisa menggunakan masker medis biasa. Setelah mengenakan masker, tutupi wajah dengan balaclava sehingga memiliki proteksi double di bagian wajah.

2. Tutup kaca helm agar abu tidak masuk ke mata

ilustrasi helm (unsplash.com/Nick van der Vegt)

Helm tak hanya digunakan untuk melindungi kepala dari benturan dan kecelakaan, tapi juga mampu menghalau abu vulkanik. Agar wajah tetap aman dari abu, maka kamu harus menutup kaca helm.

Nah, kaca helm sendiri menjadi perisai perlindungan utama yang berfungsi menghalau abu agar tidak masuk ke mata sehingga kamu bisa melihat jalan dengan lebih jelas. Lebih disarankan lagi untuk menggunakan helm full face agar perlindungan makin optimal.

3. Pakai pakaian lengan panjang yang tertutup

Pakaian panjang dan tertutup bisa mencegah abu vulkanik menempel di badan. Jika berkendara, khususnya naik motor, usahakan menggunakan celana panjang dan baju berlengan panjang.

Tak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan dua lapis baju untuk jaga-jaga. Outer tambahan seperti jaket tebal yang menutupi leher, badan, hingga tangan juga bisa dipakai. Beberapa aksesori tambahan seperti sarung tangan, sepatu, dan kaos kaki tebal juga efektif untuk melindungi tubuh saat hujan abu vulkanik.

4. Nyalakan lampu kendaraan

ilustrasi lampu motor menyala (unsplash.com/Fábio Alves)

Hujan abu vulkanik yang deras biasanya membuat jalanan menjadi gelap. Jarak pandang jadi lebih sempit, sinar matahari tak tembus ke jalan, dan kamu akan kesulitan melihat pengendara lain.

Untuk mengatasinya kamu bisa menyalakan lampu kendaraan. Kamu bisa menyalakan lampu utama atau lampu jauh saat berkendara normal.

5. Hindari memacu kendaraan di kecepatan tinggi

Buat kamu yang suka kebut-kebutan sebaiknya jangan macam-macam ketika terjadi hujan abu vulkanik. Pasalnya, jalanan akan jadi lebih licin, apalagi jika abu tercampur dengan air.

Kondisi tersebut membuat ban bisa tergelincir dan risiko kecelakaan meningkat drastis. Kamu harus menurunkan kecepatan, kendalikan kendaraan dengan baik, dan hindari terlalu sering menyalip saat berkendara di tengah hujan abu vulkanik. Hindari juga mengerem mendadak dan berbelok dengan tajam.

Keselamatan diri adalah prioritas utama saat terjadi hujan abu vulkanik. Karena itu, kamu harus menerapkan berbagai tips berkendara naik motor saat hujan abu vulkanik tersebut agar bisa sampai tempat tujuan dengan selamat. Jadi, hati-hati di jalan, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article