Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pembalap MotoGP Bisa Menikung Begitu Miring Tanpa Terjatuh?

Kenapa Pembalap MotoGP Bisa Menikung Begitu Miring Tanpa Terjatuh?
ilustrasi MotoGP (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
  • Ban MotoGP memberi cengkeraman tinggi saat berada pada suhu kerja ideal, tetapi pembalap wajib mengatur kecepatan, pengereman, gas, dan kemiringan secara presisi.
  • Pembalap menggeser tubuh ke sisi dalam tikungan, sehingga motor tidak perlu terlalu miring; gerakan lutut, siku, dan tubuh dilakukan bertahap demi menjaga kestabilan.
  • Saat menikung cepat, gaya yang mendorong motor ke luar dikendalikan melalui sudut dan lintasan; pengereman atau gas agresif berisiko menghilangkan grip dan traksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat pembalap MotoGP menikung dengan posisi motor nyaris rebah memang bikin heran. Sudut kemiringan motor bisa sangat ekstrem, tetapi ban tetap menempel di aspal dan motor tidak langsung tergelincir.

Kemampuan tersebut bukan sekadar keberanian pembalap. Ada kombinasi antara teknik berkendara, karakter ban, desain motor, serta pengaturan posisi tubuh yang membuat motor tetap terkendali ketika menikung dalam kecepatan tinggi.

  1. 1. Ban bekerja menjaga cengkeraman

    Screen Shot 2026-02-12 at 12.02.57 AM.png
    ilustrasi MotoGP (pexels.com/Philipp Fahlbusch)

    Rahasia utama ada pada ban yang digunakan. Ban MotoGP dirancang khusus untuk memberikan tingkat cengkeraman sangat tinggi pada kondisi tertentu. Saat suhu ban sudah berada pada rentang kerja yang tepat, permukaannya mampu menghasilkan grip besar ketika bersentuhan dengan aspal.

    Namun, grip tetap memiliki batas. Semakin besar sudut kemiringan motor, semakin kecil margin kesalahan yang tersedia. Karena itu, pembalap harus mengatur kecepatan, pengereman, bukaan gas, dan sudut kemiringan secara presisi agar ban tidak kehilangan cengkeraman saat motor berada di tikungan.

  2. 2. Posisi tubuh ikut menjaga keseimbangan

    Screen Shot 2026-02-11 at 11.55.02 PM.png
    ilustrasi MotoGP (pexels.com/Harvey Tan Villarino)

    Pembalap tidak sekadar membiarkan motor miring begitu saja. Saat memasuki tikungan, tubuh digeser ke bagian dalam sehingga posisi tubuh ikut membantu menentukan keseimbangan keseluruhan. Lutut dan siku bahkan dapat mendekati permukaan aspal ketika motor berada pada sudut kemiringan ekstrem.

    Teknik tersebut memungkinkan pembalap melewati tikungan tanpa harus membuat motor miring lebih jauh dari yang diperlukan. Dengan tubuh lebih banyak berada di sisi dalam, motor dapat tetap mendapatkan sudut menikung yang optimal sambil mempertahankan kontrol. Gerakan tubuh juga dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu kestabilan motor.

  3. 3. Gaya dan kecepatan harus dikendalikan

    Screen Shot 2026-02-11 at 11.57.59 PM.png
    ilustrasi MotoGP (pexels.com/Ömer Faruk Uyar)

    Ketika motor menikung, ada gaya yang bekerja pada kendaraan sehingga motor cenderung bergerak ke arah luar tikungan. Pembalap memanfaatkan kondisi tersebut bersama kemiringan motor untuk menjaga lintasan tetap sesuai arah tikungan. Semakin tinggi kecepatan, pengaturan sudut dan lintasan menjadi semakin penting.

    Itulah sebabnya pembalap MotoGP tidak bisa asal mengerem atau membuka gas ketika motor sudah sangat miring. Pengereman keras dapat membuat ban kehilangan grip, sedangkan membuka gas terlalu agresif bisa membuat roda belakang kehilangan traksi. Semua input harus dilakukan dengan sangat halus dan presisi agar motor tetap berada dalam batas cengkeraman ban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More