Waspada! Bensin Basi Bisa Merusak Mesin Motor

- Proses oksidasi dan penguapan bensin menyebabkan penurunan nilai oktan
- Bensin basi dapat menyumbat lubang mikro injektor dan meninggalkan kerak hijau pada karburator
- Menguras tangki, membersihkan dengan fuel system cleaner, dan menggunakan fuel stabilizer dapat mencegah kerusakan mesin
Menyimpan sepeda motor dalam waktu yang lama tanpa pernah dinyalakan sering kali dianggap sebagai cara menjaga kondisi mesin agar tetap awet. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, terutama jika tangki kendaraan masih terisi penuh oleh bahan bakar yang didiamkan selama berbulan-bulan tanpa adanya sirkulasi.
Bahan bakar minyak pada dasarnya memiliki masa kedaluwarsa atau yang sering dikenal dengan istilah bensin basi. Fenomena ini terjadi akibat proses kimiawi yang merusak kualitas oktan dan struktur cairannya, sehingga cairan yang semula berfungsi sebagai sumber tenaga justru berubah menjadi zat perusak yang mengancam kesehatan komponen internal mesin.
1. Proses kimiawi di balik rusaknya kualitas bensin

Bahan bakar bukan merupakan zat yang stabil secara permanen karena mengandung senyawa hidrokarbon yang mudah menguap dan bereaksi dengan udara. Ketika motor didiamkan dalam waktu lama, bensin di dalam tangki akan mengalami proses oksidasi dan penguapan unsur-unsur ringan yang berfungsi sebagai pemicu pembakaran. Hasil dari proses ini adalah penurunan nilai oktan secara drastis, sehingga bensin kehilangan kemampuannya untuk terbakar secara sempurna di dalam ruang bakar.
Selain oksidasi, bensin yang basi akan mengalami perubahan wujud menjadi lebih kental dan lengket seperti pernis atau resin. Cairan ini juga cenderung mengikat uap air akibat perubahan suhu di dalam tangki, yang kemudian memicu munculnya endapan karat pada dinding tangki besi. Endapan inilah yang menjadi awal dari segala malfungsi, mulai dari penyumbatan saluran bahan bakar hingga kerusakan pada komponen pompa bensin yang sangat sensitif terhadap kotoran.
2. Dampak buruk terhadap sistem injeksi dan ruang bakar

Jika mesin dipaksa menyala menggunakan bensin yang sudah basi, dampak yang paling sering muncul adalah penyumbatan pada lubang mikro injektor. Residu lengket hasil oksidasi akan mengeras dan menutup lubang semprotan bahan bakar, mengakibatkan mesin terasa pincang, sulit dinyalakan, atau bahkan mati total. Pada motor yang masih menggunakan karburator, bensin basi akan meninggalkan kerak hijau yang menyumbat pilot jet dan main jet, sehingga sistem pengabutan udara dan bahan bakar terganggu.
Tidak berhenti di situ, bensin yang sudah terkontaminasi air atau karat dapat menyebabkan korosi pada ruang bakar dan bagian kepala silinder. Pembakaran yang tidak sempurna dari bensin berkualitas rendah juga menghasilkan tumpukan karbon yang lebih tebal pada permukaan piston dan katup. Dalam jangka panjang, tumpukan karbon ini dapat menyebabkan gejala knocking atau mesin mengelitik, yang jika dibiarkan akan merusak komponen vital seperti stang seher dan dinding silinder.
3. Langkah penanganan dan cara menguras tangki dengan benar

Langkah pertama yang harus dilakukan jika motor sudah terlanjur didiamkan lebih dari tiga bulan adalah dengan menguras seluruh isi tangki tanpa mencoba menyalakan mesin terlebih dahulu. Mengeluarkan bensin lama secara total akan mencegah kotoran dan cairan basi terhisap masuk ke dalam sistem injeksi. Setelah tangki kosong, sebaiknya dilakukan pembersihan menggunakan cairan fuel system cleaner untuk memastikan sisa-sisa endapan pernis hilang sepenuhnya sebelum diisi dengan bensin baru yang segar.
Bagi yang berencana menyimpan motor dalam waktu lama di masa depan, sangat disarankan untuk mengisi tangki hingga penuh guna meminimalisir ruang udara yang memicu kondensasi air. Alternatif lainnya adalah mencampurkan cairan fuel stabilizer yang dapat memperlambat proses oksidasi bahan bakar hingga satu tahun. Melakukan pemanasan mesin secara rutin minimal satu minggu sekali selama sepuluh menit juga sangat efektif untuk menjaga sirkulasi bahan bakar tetap lancar dan mencegah pengendapan zat kimia di dalam saluran mesin.

















