Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump jumpa pers terkait serangan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). (Youtube/The White House)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump juga sudah membeberkan niatnya terkait mengincar minyak mentah Venezuela. Dia menyatakan, Venezuela pernah menyebabkan kerugian terhadap AS dalam sektor perminyakan.
“Mereka mengambil semua properti kita, itu adalah properti kita, kita yang membangunnya. Dan kita tidak pernah memiliki presiden yang memutuskan untuk melakukan apa pun tentang hal itu. Sebaliknya, mereka berperang di tempat yang berjarak 10 ribu mil,” kata Trump dalam konferensi pers, Sabtu (3/1/2026).
Trump mengklaim, AS telah membangun industri minyak Venezuela dengan para ahli dari negaranya. Namun, dia menyebut Venezuela mencuri dari AS dengan kekerasan.
“Ini merupakan salah satu perampasan aset Amerika terbesar dalam sejarah negara kita,” tutur Trump.
Atas hal tersebut, Trump menyatakan niatnya untuk bertindak. Menurutnya, belum pernah ada Presiden AS yang bertindak selain dirinya.
“Venezuela secara sepihak menyita dan menjual minyak Amerika, aset Amerika, dan platform Amerika, yang merugikan kita miliaran dolar yang telah mereka berikan kepada kita beberapa waktu lalu. Tetapi kita tidak pernah memiliki presiden yang melakukan apa pun tentang hal itu,” tutur Trump.
Trump sendiri menyebutkan gagal mengelola industri perminyakannya meski punya cadangan yang yang besar.
“Seperti yang semua orang tahu, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk waktu yang lama. Mereka hampir tidak memompa apa pun dibandingkan dengan apa yang seharusnya bisa mereka pompa dan apa yang seharusnya bisa terjadi,” ujar Trump.
Dia mengatakan, perusahaan minyak AS bakal masuk ke Venezuela dan memperbaiki industri tersebut. Dengan pede dia menyatakan akan membuat Venezuela kaya.
“Kita akan meminta perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk dan menghabiskan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tutur Trump.