Siap Transformasi, PNM Punya Struktur Pimpinan Baru

- PNM melakukan restrukturisasi dan memperkuat kepemimpinan dengan menunjuk tiga sosok baru di jajaran komisaris dan direksi untuk menghadapi tantangan pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
- Direktur Utama Kindaris menekankan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan bergantung pada kualitas manusia, bukan hanya perubahan sistem atau proses bisnis semata.
- Transformasi PNM difokuskan pada budaya kerja adaptif, kolaboratif, serta berorientasi empati dan gotong royong guna menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan pemberdayaan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melakukan penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di berbagai lini perusahaan. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Perusahaan untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks sebagai perusahaan pengemban mandat pemberdayaan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.
Ada tiga sosok baru yang masuk dalam jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Sebanyak dua di antaranya mengisi posisi Komisaris, yaitu Marsudi Syuhud menjabat sebagai Komisaris Independen serta Temmy Satya Permana sebagai Komisaris.
1. Transformasi juga berbasis pada SDM

Selain itu, PNM juga memperkenalkan sosok baru dalam jajaran manajemen, yaitu L Dodot Patria Ary Suprianto sebagai Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan dengan Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan transformasi perusahaan tidak dapat hanya bertumpu pada perubahan sistem maupun proses bisnis. Menurutnya, faktor penentu keberhasilan organisasi justru terletak pada kualitas manusianya.
"Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perusahaan ini," ujar Kindaris dalam prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
2. Harus seimbang antara bisnis dan empati ke masyarakat

Transformasi yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Kindaris menegaskan, kepemimpinan di PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang dilayani.
"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," kata Kindaris.
3. Budaya gotong royong jadi kunci

Kindaris optimistis, modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, setiap proses perubahan akan menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berdampak.
"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," ujarnya.

















