Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

53.490 Orang Kena PHK hingga Agustus 2026, Terbanyak di Jabar

3 min read
53.490 Orang Kena PHK hingga Agustus 2026, Terbanyak di Jabar
ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sebanyak 53.490 tenaga kerja melaporkan terkena PHK melalui sistem JKP sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

  • Jawa Barat mencatat laporan PHK terbanyak, yakni 10.880 orang atau sekitar 20,34 persen dari total laporan.

  • Data PHK masih dapat berubah karena klaim JKP dapat diajukan hingga enam bulan setelah tanggal PHK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Provinsi mana yang paling banyak mencatat laporan PHK?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 53.490 tenaga kerja melaporkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Berdasarkan data Satu Data Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tenaga kerja yang terkena PHK paling banyak berdomisili di Jawa Barat. Jumlahnya mencapai 10.880 orang atau sekitar 20,34 persen dari total laporan PHK pada periode tersebut.

Data tersebut masih dapat berubah. Sebab, tenaga kerja yang terkena PHK masih dapat mengajukan klaim JKP hingga enam bulan sejak tanggal PHK. Perkembangan terbaru dapat dilihat melalui rilis publikasi terakhir yang memuat pembaruan data per bulan.

"Oleh karena itu, angka antar periode publikasi tidak dapat dibandingkan secara langsung," tulis Kemnaker dikutip Sabtu (26/9/2026).

  1. 1. PHK tertinggi terjadi pada Juni

    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

    Jika dirinci per bulan, jumlah tenaga kerja yang melaporkan terkena PHK melalui sistem JKP mencapai 5.967 orang pada Januari 2026.

    Jumlah tersebut naik menjadi 7.913 orang pada Februari, kemudian turun menjadi 7.187 orang pada Maret. Pada April, jumlah laporan PHK kembali naik menjadi 8.498 orang.

    Laporan PHK kemudian mencapai 9.019 orang pada Mei dan 9.028 orang pada Juni. Setelah itu, jumlahnya turun menjadi 4.897 orang pada Juli dan 981 orang pada Agustus. Dengan demikian, total laporan PHK pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 53.490 orang.

  2. 2. Jawa Barat catat PHK terbanyak

    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

    Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah tenaga kerja terkena PHK terbanyak sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlahnya mencapai 10.880 orang.

    Posisi berikutnya ditempati Banten dengan 6.303 orang, Jawa Timur 5.400, Jawa Tengah 4.769, dan DKI Jakarta 3.900.

    Selanjutnya, jumlah tenaga kerja terkena PHK di Kalimantan Selatan mencapai 3.266 orang, Kalimantan Timur 3.092 orang, Sumatra Utara 2.846 orang, Sumatra Selatan 2.117 orang, dan Sulawesi Selatan 1.938 orang.

  3. 3. Daftar PHK di 34 provinsi

    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi PHK (IDN Times/Aditya Pratama)

    Berikut rincian tenaga kerja yang melaporkan terkena PHK berdasarkan provinsi sepanjang Januari hingga Agustus:

    - Aceh: 234 orang

    - Bali: 294 orang

    - Banten: 6.303 orang

    - Bengkulu: 215 orang

    - Daerah Istimewa Yogyakarta: 495 orang

    - DKI Jakarta: 3.900 orang

    - Gorontalo: 47 orang

    - Jambi: 851 orang

    - Jawa Barat: 10.880 orang

    - Jawa Tengah: 4.769 orang

    - Jawa Timur: 5.400 orang

    - Kalimantan Barat: 611 orang

    - Kalimantan Selatan: 3.266 orang

    - Kalimantan Tengah: 570 orang

    - Kalimantan Timur: 3.092 orang

    - Kalimantan Utara: 201 orang

    - Kepulauan Bangka Belitung: 149 orang

    - Kepulauan Riau: 404 orang

    - Lampung: 440 orang

    - Maluku: 55 orang

    - Maluku Utara: 86 orang

    - Nusa Tenggara Barat: 190 orang

    - Nusa Tenggara Timur: 96 orang

    - Papua: 99 orang

    - Papua Barat: 109 orang

    - Riau: 860 orang

    - Sulawesi Barat: 71 orang

    - Sulawesi Selatan: 1.938 orang

    - Sulawesi Tengah: 1.221 orang

    - Sulawesi Tenggara: 800 orang

    - Sulawesi Utara: 263 orang

    - Sumatra Barat: 618 orang

    - Sumatra Selatan: 2.117 orang

    - Sumatra Utara: 2.846 orang

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More