Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Disalurkan sejak 2023-2025
Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Pemerintah melalui Bapanas menyalurkan total 7,7 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sejak 2023 hingga 2025 untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat terdampak bencana.
  • Penyaluran CBP mencakup program SPHP, bantuan pangan beras, serta tanggap darurat dengan rincian terbesar pada tahun 2024 mencapai 3,37 juta ton.
  • Tahun 2026, realisasi penyaluran CBP sudah mencapai 946,8 ribu ton per Juni dengan stok Bulog sebesar 5,2 juta ton yang seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disalurkan ke masyarakat sejak 2023 hingga 2025 mencapai 7,7 juta ton. Penyaluran CBP ditujukan untuk memberikan bantalan ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau.

"Pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP untuk masyarakat melalui banyak program. Mulai dari program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras, bantuan pangan dengan jutaan penerima, dan juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (20/6/2026).

1. Rincian penyaluran CBP

Stok beras Bulog. (Dok. Perum Bulog)

Rincian penyaluran CBP selama 2023 sebanyak 2,76 juta ton, terdiri dari bantuan pangan beras 1,49 juta ton, SPHP beras 1,18 juta ton, dan golongan anggaran 87,5 ribu ton serta tanggap darurat 2,3 ribu ton. Kemudian pada 2024 mencapai 3,37 juta ton, meliputi bantuan pangan beras 1,97 juta ton, SPHP beras 1,4 juta ton, dan tanggap darurat 442 ton.

Sementara penyaluran stok CBP selama 2025 mencatatkan total 1,62 juta ton, yang terdiri dari SPHP beras yang menempati porsi terbesar dengan 802,9 ribu ton. Sedangkan untuk bantuan pangan beras 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton, dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.

2. Program CBP akan dilanjutkan pada 2026

Gudang beras bulog di Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ketut menjelaskan, berbagai program tersebut masih akan dilanjutkan pada tahun ini. Apalagi pemerintah saat ini memperkuat stok CBP dengan mengandalkan penyerapan produksi petani dalam negeri sepenuhnya.

"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Tentunya upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya," ujarnya.

3. Realisasi penyaluran CBP untuk anggaran 2026

ilustrasi beras Bulog (bulog.co.id)

Adapun realisasi penyaluran CBP untuk anggaran 2026 per 18 Juni 2026 telah menyentuh total 946,8 ribu ton. Ini terdiri dari bantuan pangan beras 550,1 ribu ton, SPHP beras 348,5 ribu ton, golongan anggaran 36,8 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton. Pemerintah juga telah memutuskan bantuan pangan beras akan ditambah 3 bulan alokasi di semester II tahun ini.

Sementara total stok beras di Bulog hingga 18 Juni 2026 sebanyak 5,2 juta ton. Ini bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang telah mencapai 3,18 juta ton.

Selain itu, juga ditopang dari stok akhir tahun lalu sebanyak 3,24 juta ton, dengan realisasi pengadaan produksi dalam negeri selama 2025 di 3,43 juta ton tanpa ada impor.

Laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 yang dirilis United States Department of Agriculture (USDA) menyebut pencapaian produksi beras Indonesia. USDA melaporkan produksi beras secara global periode 2025-2026 meningkat 1,5 juta ton. Pada Rice Outlook April 541,3 juta ton dan naik menjadi totalnya 542,8 juta ton.

Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan perkembangan angka produksi beras setahun tertinggi bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam. Namun jika dibandingkan 3 negara tadi, hanya Indonesia yang memiliki angka total produksi beras setahun mencapai lebih dari 30 juta ton. Nigeria berada di angka 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.

Editorial Team

Related Article