Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Jamin Stok Beras Nasional Cukup hingga April 2027

Pemerintah Jamin Stok Beras Nasional Cukup hingga April 2027
Karung tumpukan beras hasil panen petani di Gudang Bulog. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
  • Pemerintah memastikan stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton dan cukup memenuhi kebutuhan hingga April 2027, dengan tambahan potensi panen sekitar 10-11 juta ton.
  • Berbagai langkah mitigasi seperti pembangunan embung, irigasi pompa, dan optimalisasi lahan rawa dilakukan untuk menghadapi dampak El Nino serta menjaga stabilitas produksi pangan.
  • Mentan menyebut beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional selama dua tahun terakhir, menandakan kestabilan harga bahan pokok tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan cadangan beras nasional saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10-11 bulan ke depan.

Dengan perhitungan paling rendah selama 10 bulan, ketersediaan beras diperkirakan mencukupi hingga April 2027. Sementara itu, panen raya padi diperkirakan kembali berlangsung pada Maret 2027.

"Anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April. Juli (2026) sampai April (2027) itu 10 bulan ke depan. Itu cukup, sedangkan bulan Maret (2027) itu sudah panen puncak," kata Amran kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

1. Stok beras mencapai 5,2 juta ton

Bulog bali
Ilustrasi gudang Bulog (Dok.IDN Times/istimewa)

Amran melaporkan stok beras nasional per Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta ton dan berada dalam kondisi aman. Selain itu, terdapat standing crop atau potensi tanaman padi yang masih berada di lahan sekitar 10-11 juta ton berdasarkan estimasi pemerintah.

"Kemudian, beras di hotel, rumah, restoran, itu kurang lebih 12,5 juta ton," ujar dia.

2. Pemerintah klaim risiko El Nino bisa dimitigasi

IMG-20260521-WA0051.jpg
Karyono telaten membajak sawah di tengah dampak El Nino. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino melalui pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, pompanisasi, hingga optimalisasi lahan rawa agar frekuensi panen dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Selain itu, program cetak sawah juga terus dilanjutkan. Menurut dia, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memitigasi risiko terhadap produksi pangan sehingga ketersediaan pangan nasional tetap terjaga.

"Jadi dampak El Nino Godzilla, sebagaimana disampaikan oleh BMKG, Insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya," paparnya.

3. Beras tak lagi menjadi penyumbang utama inflasi

IMG_0570.jpeg
Pedagang beras di Pasar Legi Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Amran mengatakan beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Menurut dia, informasi tersebut juga telah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Beras bukan lagi penyumbang inflasi utama. Ini sudah dua tahun berturut-turut. Ini disampaikan oleh Pak Mendagri," kata Amran.

Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More