Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Uber PHK 10 Persen Karyawan Global Demi Efisiensi Bisnis Perusahaan

Uber PHK 10 Persen Karyawan Global Demi Efisiensi Bisnis Perusahaan
ilustrasi logo Uber (unsplash.com/Mariia Berezovsky)
  • Uber memangkas sekitar 3.300–3.400 posisi korporat, setara 10 persen tenaga kerja global, untuk menyederhanakan organisasi, mengurangi birokrasi, dan mempercepat pengambilan keputusan.
  • Restrukturisasi diperkirakan menghemat hingga 1,7 miliar dolar AS; Uber memperketat kerja hybrid, mewajibkan mayoritas staf hadir di hub kantor, serta membatasi pekerja remote.
  • Uber tetap mengalokasikan hingga 10 miliar dolar AS untuk robotaxi dan menyepakati akuisisi Delivery Hero senilai 14,8 miliar dolar AS guna memperkuat bisnis pengiriman global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perusahaan penyedia layanan rideshare asal Amerika Serikat, Uber, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 persen tenaga kerja globalnya pada Rabu (2/9/2026). Langkah restrukturisasi massal yang memangkas sekitar 3.300 hingga 3.400 posisi korporat ini menjadi kebijakan perampingan terbesar yang dilakukan perusahaan sejak masa pandemik COVID-19 pada 2020.

Keputusan perampingan ini diambil oleh Chief Executive Officer (CEO) Uber, Dara Khosrowshahi, guna menyederhanakan struktur organisasi dan mempercepat operasional bisnis perusahaan. Selain memangkas manajemen, Uber juga memperketat aturan kerja dari kantor (work from office) serta mewajibkan mayoritas karyawan untuk bekerja secara langsung di hub utama.

  1. 1. Restrukturisasi organisasi demi mempercepat operasional

    ilustrasi kurir Uber Eats
    ilustrasi kurir Uber Eats (unsplash.com/Pim de Boer)

    Dara Khosrowshahi menjelaskan dalam memo terbuka kepada karyawan bahwa pertumbuhan pesat Uber selama lima tahun terakhir telah membawa kompleksitas baru bagi perusahaan. Struktur organisasi sebelumnya dinilai memicu tumpang tindih peran, koordinasi yang rumit, dan kepemilikan kerja yang terfragmentasi. Dilansir The Guardian, Uber menggabungkan tim operasional dengan tim teknologi serta memangkas jumlah micro-team hingga mendekati 50 persen.

    Pemangkasan tersebut menargetkan struktur tempat satu atau dua karyawan melapor kepada satu manajer. Selain itu, Uber mengurangi jumlah karyawan yang berjarak lebih dari tujuh lapisan dari CEO sebesar 20 persen. Langkah ini dirancang untuk menghapus birokrasi berlebih agar pengambilan keputusan berjalan lebih responsif.

    Khosrowshahi menegaskan bahwa perubahan mendasar ini sangat penting bagi masa depan perusahaan. "Perubahan yang kita buat hari ini dirancang untuk melakukan dua hal: membuat Uber lebih sederhana dan lebih cepat, serta menciptakan lebih banyak kapasitas untuk berinvestasi di masa depan kita," tulisnya dalam memo tersebut.

  2. 2. Penghematan anggaran dan pengetatan aturan kerja kantor

    ilustrasi suasana kantor
    ilustrasi suasana kantor (unsplash.com/Israel Andrade)

    Analis dari perusahaan investasi Wedbush Securities memperkirakan kebijakan PHK ini mampu menghemat biaya operasional Uber hingga 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp29,95 triliun (kurs Rp17.618). Dana hasil efisiensi tersebut bakal dialokasikan untuk meningkatkan investasi pada mitra pengemudi, kurir, dan merchant. Perusahaan juga akan memperkuat inovasi teknologi, termasuk pengembangan kendaraan otonom.

    Seiring restrukturisasi tersebut, Uber menetapkan strategi lokasi baru yang mewajibkan mayoritas karyawan bekerja secara tatap muka di kantor hub. Perusahaan menegaskan kebijakan hybrid work yang mengharuskan staf bekerja dari kantor selama tiga hari dalam sepekan. Kebijakan baru ini memangkas porsi karyawan yang diizinkan bekerja penuh dari rumah (remote) hingga tersisa kurang dari 1 persen.

    Khosrowshahi menilai interaksi langsung antarstaf menjadi kunci penting dalam memecahkan masalah pascapandemik. "Manfaat dari duduk bersama, berkolaborasi secara langsung, dan memecahkan masalah sebagai satu tim menjadi lebih jelas dari sebelumnya di dunia pasca-COVID kita," ujar Khosrowshahi sebagaimana dilaporkan CBS News. Sebagian besar karyawan remote pun diminta untuk pindah ke lokasi geografis yang terjangkau dengan kantor hub perusahaan.

  3. 3. Ekspansi layanan otonom dan penguatan pasar pengiriman

    ilustrasi lampu tanda Uber di kaca mobil
    ilustrasi lampu tanda Uber di kaca mobil (unsplash.com/Erik Mclean)

    Meskipun melakukan PHK, Uber tetap melanjutkan ekspansi besar-besaran pada sektor teknologi masa depan. Perusahaan berniat menginvestasikan anggaran hingga 10 miliar dolar AS atau setara Rp176,18 triliun untuk mengembangkan bisnis robotaxi. Uber bahkan telah bermitra dengan perusahaan teknologi kendaraan otonom Wayve untuk meluncurkan taksi tanpa pengemudi di jalanan London setelah mengantongi izin dari Transport for London.

    Di sektor pengiriman makanan dan ritel, bisnis layanan UberEats terus menghadapi persaingan ketat dari kompetitor seperti DoorDash. Untuk memperkuat dominasi di pasar global, Uber menyepakati akuisisi perusahaan asal Jerman, Delivery Hero, senilai 14,8 miliar dolar AS atau setara Rp260,74 triliun.

    Perusahaan yang diluncurkan di San Francisco pada 2010 ini kini memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS atau setara Rp2.642,7 triliun. Khosrowshahi mengakui bahwa PHK merupakan langkah berat namun harus diambil demi menjaga daya saing jangka panjang. "Keputusan yang kita buat hari ini memang sulit, tetapi ini akan membantu kita membangun Uber yang jauh lebih kuat untuk tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More