Jakarta, IDN Times - Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sedikitnya 736 penerbangan di Indonesia pada Minggu (6/9/2026). Mayoritas rute terganggu akibat penutupan sementara (Aerodrome Closed) di tiga bandara utama penopang mobilitas udara.
Penutupan operasional berlaku di Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB, serta Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Radin Inten II Lampung hingga pukul 14.00 WIB.
Rinciannya, gangguan melanda 301 penerbangan di Bandara Soetta, 23 penerbangan di Halim Perdanakusuma, dan 12 penerbangan di Radin Inten II.
Sementara itu, sebanyak 277 penerbangan di berbagai bandara wilayah lain turut terkena dampak imbas keterikatan rotasi pesawat.
Bentuk gangguan penerbangan meliputi pembatalan jadwal (cancel), keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.
“Penyampaian informasi secara berkala dan Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara. Pihak maskapai penerbangan juga membuka layanan di setiap terminal di Bandara Soekarno-Hatta terkait kondisi ini,” kata Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim.
Guna menangani ribuan calon penumpang, InJourney Airports resmi mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di area terminal.
Di Bandara Soekarno-Hatta, bentuk SRA itu mencakup penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang pesawat terdampak, bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan, dan penyiapan beberapa area khusus di terminal bagi penumpang terdampak.
