Jakarta, IDN Times - AirAsia Group memperkuat strategi efisiensi dan penataan permodalan di tengah tekanan industri penerbangan, termasuk ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga bahan bakar, tekanan biaya, serta perubahan dinamika pasar. Tantangan tersebut bersifat industri secara luas dan tidak hanya dihadapi oleh AirAsia.
Group CEO AirAsia, Bo Lingam, mengatakan kondisi industri penerbangan saat ini berbeda dengan periode pandemi COVID-19 karena aktivitas perjalanan masih berjalan. Karena itu, AirAsia memilih menjaga disiplin operasional untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.
"Kami menerapkan pendekatan yang disiplin dalam mengelola bisnis, termasuk menyesuaikan kapasitas, mengendalikan biaya, berdiskusi secara aktif dengan para pemangku kepentingan, dan memperkuat ketahanan bisnis," kata Bo dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).
