Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AirAsia Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Tekanan Industri Penerbangan
Maskapai penerbangan AirAsia disemprot air dari truk Damkar saat resmi melayani rute Kuala Lumpur-Semarang PP per hari ini. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)
  • AirAsia memperketat efisiensi dan disiplin operasional menghadapi ketidakpastian geopolitik, harga avtur, tekanan biaya, serta perubahan pasar, dengan aktivitas perjalanan yang tetap berjalan.
  • Pada kuartal II 2026, AirAsia mengompensasi sekitar 70 persen kenaikan harga avtur; kapasitas dipangkas 20–25 persen pada kuartal III sebelum ditingkatkan lagi menjelang puncak akhir tahun.
  • Grup mengembalikan 25 pesawat tua dan menyiapkan tambahan modal untuk restrukturisasi utang, penataan pembiayaan, serta konsolidasi neraca guna memperkuat ketahanan operasional dan keuangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - AirAsia Group memperkuat strategi efisiensi dan penataan permodalan di tengah tekanan industri penerbangan, termasuk ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga bahan bakar, tekanan biaya, serta perubahan dinamika pasar. Tantangan tersebut bersifat industri secara luas dan tidak hanya dihadapi oleh AirAsia.

Group CEO AirAsia, Bo Lingam, mengatakan kondisi industri penerbangan saat ini berbeda dengan periode pandemi COVID-19 karena aktivitas perjalanan masih berjalan. Karena itu, AirAsia memilih menjaga disiplin operasional untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis.

"Kami menerapkan pendekatan yang disiplin dalam mengelola bisnis, termasuk menyesuaikan kapasitas, mengendalikan biaya, berdiskusi secara aktif dengan para pemangku kepentingan, dan memperkuat ketahanan bisnis," kata Bo dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).

1. Masuki kuartal IV 2026, AirAsia akan tingkatkan kapasitas penerbangan

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Lebih rinci, dia menjelaskan pada kuartal II 2026, AirAsia mengklaim telah mengompensasi sekitar 70 persen kenaikan harga avtur melalui penyesuaian tarif secara dinamis dan pengendalian biaya operasional nonbahan bakar. Selain itu, AirAsia memangkas kapasitas penerbangan sebesar 20 persen–25 persen pada kuartal III 2026. Langkah ini dilakukan di tengah periode yang secara tradisional memiliki tingkat permintaan perjalanan lebih rendah di kawasan.

"Memasuki kuartal IV 2026, AirAsia berencana kembali meningkatkan kapasitas penerbangan untuk mengantisipasi periode puncak perjalanan akhir tahun," ujar Bo.

2. AirAsia optimalkan penggunaan armada

Maskapai AirAsia dukung penurunan harga tiket pesawat domestik. (Dok/Istimewa).

Bo mengatakan, AirAsia juga terus mengoptimalkan penggunaan armada. Grup telah mengembalikan 25 pesawat tua yang dinilai kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar. Langkah tersebut membantu mengurangi beban sewa tetap sekaligus mempercepat transisi menuju pesawat narrowbody yang lebih efisien.

Selain itu, operasional penerbangan jarak pendek dan jarak jauh dalam satu grup memberikan fleksibilitas bagi AirAsia dalam mengatur armada dan kapasitas di seluruh jaringan.

"Fokus tersebut diarahkan pada profitabilitas rute dan tingkat pengembalian yang berkelanjutan," ujar Bo.

3. Siapkan tambahan modal

Ilustrasi Cadangan Devisa (IDN Times/Arief Rahmat)

Di sisi lain, AirAsia juga tengah menata kebutuhan permodalan dan pendanaannya. Manajemen menyatakan setiap perkembangan material terkait rencana tersebut akan disampaikan melalui keterbukaan informasi bursa dan pengumuman resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Rencana penghimpunan modal tersebut terutama diarahkan untuk restrukturisasi utang, penataan kembali pembiayaan, serta konsolidasi neraca. Artinya, dana yang dihimpun tidak semata-mata digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional.

AirAsia masih mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk memperkuat ketahanan operasional dan keuangan. Manajemen akan menyampaikan pembaruan apabila ketentuan final terkait rencana tersebut telah ditetapkan. Fokus perseroan saat ini, juga menjaga fundamental bisnis dan tidak teralihkan oleh spekulasi yang tidak berdasar dari sumber anonim.

"Kami tetap fokus menjaga keberlangsungan bisnis dan stabilitas operasional melalui komunikasi serta kerja sama yang berkelanjutan dengan para mitra utama," kata Bo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article