Akuisisi Whoosh oleh Kemenkeu Masuk Tahap Audit Mendalam

- Akuisisi seluruh saham BUMN dalam proyek Whoosh oleh Kementerian Keuangan masih memasuki tahap due diligence yang dilakukan KAI, WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII.
- PSBI memegang 60 persen saham KCIC, dengan KAI sebagai pemegang mayoritas di konsorsium tersebut, sementara WIKA, Jasa Marga, dan PTPN VIII turut memiliki porsi saham.
- WIKA menyatakan proyek Whoosh yang belum menghasilkan keuntungan menekan kinerja konsolidasi; pengambilalihan pemerintah diharapkan memulihkan kondisi keuangan WIKA pada akhir 2026.
Jakarta, IDN Times - Akuisisi seluruh saham BUMN di proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh masih dalam tahap due dilligence atau audit mendalam.
Hal itu diungkapkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dalam Public Expose (Pubex) yang digelar secara daring. Seperti yang diketahui, saham BUMN di proyek Whoosh tercatat dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII. PSBI mengantongi 60 persen saham di KCIC.
Di dalam PSBI, KAI adalah pemegang saham mayoritas, yakni 58,53 persen. Kemudian WIKA mengantongi 33,36 persen saham PSBI, Jasa Marga 7,08 persen, dan PTPN 1,03 persen.
Direktur Manajemen Risiko dan Legal WIKA, Vera Kirana mengatakan, due dilligence dilakukan oleh seluruh BUMN yang memiliki saham di PSBI.
“Jadi untuk kepemilikan saham di PSBI itu, WIKA bersama KAI, demikian juga PTPN dan Jasa Marga, itu saat ini sudah melakukan due diligence,” ucap Vera dikutip Jumat (2/10/2026).
1. Whoosh masih belum untung

Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Padalarang. (dok. KCIC) Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, mengatakan kinerja keuangan WIKA terdampak oleh proyek Whoosh yang belum mencatatkan keuntungan atau profit.
“Saat ini konsolidasi keuangan WIKA, berdampak ke equity negatif, karena saat ini Kereta Cepat menghasilkan return yang negatif. Karena WIKA menjadi bagian dari pemegang saham, maka secara konsolidasi, WIKA membukukan bagian dari konsolidasi yang negatif,” tutur Mulyadi.
2. Akuisisi oleh Kemenkeu bakal perbaiki kinerja keuangan WIKA

Kantor pusat PT Wijaya Karya (Persero Tbk (WIKA). (dok. WIKA) Mulyadi mengatakan, dengan akuisisi oleh Kemenkeu, maka kinerja keuangan WIKA akan pulih.
“Terkait bagaimana jika kereta cepat nanti diambil alih oleh pemerintah. Ini memberikan dampak positif bagi WIKA,” kata Mulyani.
3. Berharap tahun ini rampung

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (WNA) pengguna Kereta Cepat Whoosh pada periode Januari hingga Oktober 2025. (Dok. PT KCIC) Dengan rancangan itu, Mulyadi berharap akuisisi seluruh saham BUMN di PSBI bisa segera dirampungkan tahun ini.
“Mudah-mudahan pengambilalihan Kereta Cepat ini bisa terjadi juga di 2026, sehingga nanti akhir 2026 kinerja keuangan WIKA akan kembali bagus lagi,” tutur Mulyadi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
























