Banyak orang langsung mengernyit saat mendengar bisnis bermargin tipis. Kesan yang muncul biasanya capek, untung kecil, dan rawan rugi. Padahal di dunia nyata, justru banyak bisnis bermargin tipis yang bisa bertahan lama, bahkan saat kondisi ekonomi lagi nggak bersahabat.
Saat krisis datang, pola belanja masyarakat berubah. Orang jadi lebih selektif, menekan pengeluaran, dan fokus pada kebutuhan yang benar-benar penting. Di titik inilah bisnis bermargin tipis sering menunjukkan ketahanannya, karena model usahanya sudah terbiasa bermain di volume, bukan di keuntungan besar per transaksi.
Berikut ini lima alasan kenapa bisnis bermargin tipis lebih kebal krisis. Scroll dibawah ini yuk!
