Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Contango yang Bikin Harga Komoditas Lebih Mahal?

3 min read
Apa Itu Contango yang Bikin Harga Komoditas Lebih Mahal?
Ilustrasi harga minyak naik (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Contango terjadi saat harga kontrak futures berada di atas harga spot, kondisi yang umum ditemukan di pasar komoditas seperti minyak, emas, dan gandum.

  • Biaya penyimpanan, pembiayaan, inflasi, perubahan permintaan-pasokan, serta sentimen pasar dapat memengaruhi terbentuknya contango.

  • Contango dapat menambah biaya saat kontrak diganti dan menekan imbal hasil investor, terutama pada produk seperti ETF komoditas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pernah melihat harga minyak atau komoditas di pasar berjangka lebih mahal dibandingkan harga saat ini? Kondisi tersebut memiliki istilah khusus di pasar keuangan, yakni contango.

Dilansir Investopedia, contango terjadi ketika harga kontrak berjangka (futures) suatu aset berada di atas harga spot atau harga aset tersebut jika dibeli saat ini. Kondisi ini umum ditemukan di pasar komoditas, seperti minyak, emas, dan gandum.

Sederhananya, pasar sedang memberikan harga yang lebih tinggi untuk komoditas yang baru akan diterima di masa depan. Namun, selisih harga tersebut bukan semata-mata menunjukkan investor yakin harga komoditas pasti naik.

  1. 1. Harga sekarang dan harga masa depan bisa berbeda

    ilustrasi kenaikan harga emas. (IDN Times/Nathaniel Tegar)
    ilustrasi kenaikan harga emas. (IDN Times/Nathaniel Tegar)

    Untuk memahami contango, pertama-tama perlu mengenal perbedaan harga spot dan harga futures. Harga spot merupakan harga yang harus dibayar jika seseorang ingin memperoleh aset saat ini. Sementara itu, harga futures merupakan harga yang disepakati untuk membeli atau menjual aset pada waktu tertentu di masa depan.

    Contohnya, harga minyak sedang berada di 80 dolar AS per barel. Namun, kontrak minyak untuk pengiriman beberapa bulan mendatang dihargai 84 dolar AS per barel.

    Dalam kondisi tersebut, pasar berada dalam situasi contango karena harga masa depan lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Kurva harga futures biasanya akan terlihat menanjak ketika semakin jauh dari waktu pengiriman.

    Harga kontrak berjangka juga cenderung semakin mendekati harga spot ketika tanggal jatuh tempo semakin dekat. Pada saat kontrak berakhir, harga futures dan harga spot akan bertemu.

  2. 2. Kenapa bisa terjadi contango?

    ilustrasi pergerakan harga saham (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi pergerakan harga (IDN Times/Aditya Pratama)

    Salah satu penyebabnya adalah biaya penyimpanan dan pembiayaan komoditas. Komoditas fisik seperti minyak membutuhkan tempat penyimpanan, asuransi, dan biaya lainnya. Karena itu, harga untuk memperoleh komoditas di masa depan dapat memasukkan biaya-biaya tersebut.

    Selain biaya penyimpanan, inflasi serta perubahan permintaan dan pasokan juga dapat memengaruhi terbentuknya contango.

    Sentimen pasar turut berperan. Jika pelaku pasar memperkirakan harga komoditas akan lebih tinggi pada masa mendatang, harga kontrak berjangka dapat berada di atas harga saat ini.

    Karena itu, contango tidak selalu berarti kondisi pasar sedang bermasalah. Dalam banyak kasus, contango merupakan kondisi normal di pasar komoditas.

  3. 3. Contango bisa menggerus keuntungan investor

    Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Contango menjadi penting bagi investor karena kondisi ini dapat memengaruhi keuntungan, terutama bagi produk investasi yang menggunakan kontrak berjangka.

    Salah satu contohnya adalah ETF komoditas yang tidak menyimpan komoditas secara fisik, tetapi berinvestasi melalui kontrak futures. Ketika kontrak lama mendekati jatuh tempo, pengelola ETF perlu menggantinya dengan kontrak baru atau melakukan roll over.

    Jika pasar berada dalam kondisi contango, kontrak baru dapat dibeli dengan harga lebih tinggi. Proses tersebut dapat menambah biaya dan menekan imbal hasil investor dalam jangka panjang.

    Contango juga berbeda dengan backwardation. Jika dalam contango harga futures lebih tinggi daripada harga spot, backwardation terjadi ketika harga futures justru berada di bawah harga saat ini.

    Dengan demikian, contango bukan sekadar istilah untuk menunjukkan harga komoditas di masa depan. Kondisi tersebut juga memberikan gambaran mengenai ekspektasi pasar, biaya penyimpanan, serta risiko yang harus diperhatikan investor ketika bertransaksi di pasar berjangka.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More