Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
APBN 2027 Dirancang Ekspansif dan Terukur, Inflasi Dijaga Rendah
Menkeu, Gubernur BI, Bappenas rapat kerja bersama Badan anggaran. (IDN Times/Triyan)
  • Pemerintah menyiapkan APBN 2027 yang ekspansif namun terukur untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, dengan inflasi diperkirakan stabil di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
  • Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, sementara harga minyak mentah Indonesia (ICP) ditetapkan antara 70–95 dolar AS per barel.
  • Defisit APBN 2027 ditargetkan sebesar 1,8–2,4 persen terhadap PDB dengan pendapatan negara sekitar 11,82–12,40 persen dan belanja negara mencapai 13,62–14,80 persen dari PDB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Pemerintah menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 akan tetap dirancang secara ekspansif namun terukur guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tingginya ketidakpastian global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, inflasi pada 2027 diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen. Stabilitas ekonomi dan sektor keuangan yang terjaga juga diharapkan mampu menopang kondisi pasar keuangan domestik.

"Dengan stabilitas ekonomi dan sektor keuangan yang terjaga, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,5 persen hingga 7,3 persen," ujar Purbaya di Banggar, Rabu (10/6/2026).

1. Rupiah dipatok berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS

ilustrasi lembaran uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)

Ia menambahkan, terjaganya kepercayaan investor global diperkirakan akan mendorong masuknya aliran modal asing (capital inflow). Kondisi tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang diproyeksikan berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Selain asumsi makro ekonomi, Purbaya juga memaparkan gambaran awal terkait asumsi sektor energi yang akan dibahas lebih lanjut bersama Komisi VII DPR dan kementerian/lembaga terkait.

2. ICP dipatok pada kisaran 70 hingga 95 dolar per barel untuk 2027

Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

Dengan mempertimbangkan ketidakpastian global yang masih tinggi, terutama akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dan perlambatan aktivitas ekonomi dunia, pemerintah memperkirakan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada pada kisaran 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel pada 2027.

Sementara itu, target lifting minyak bumi dipatok pada kisaran 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari (bph). Adapun lifting gas bumi diperkirakan mencapai 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

"Untuk itu, APBN harus dijaga tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui upaya optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi, penguatan kualitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan defisit secara inovatif, prudent, dan berkelanjutan," tegasnya.

3. Defisit APBN berada di kisaran 1,8 hingga 2,4 persen terhadap PDB

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Sejalan dengan strategi tersebut, pemerintah merancang kebijakan fiskal 2027 yang tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur dengan target defisit APBN sebesar 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Untuk menopang kebijakan tersebut, pendapatan negara diproyeksikan berada pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB. Sementara itu, belanja negara direncanakan mencapai 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap PDB.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal yang ekspansif dan tetap prudent dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi pada 2027.

Editorial Team

Related Article