Kontrak Baru WIKA Beton Naik 114,15 Persen, Cermin Kinerja Positif

Jakarta, IDN Times - Sebagai market leader di industri beton pracetak Indonesia, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terus membuktikan resiliensinya dengan menutup kuartal II 2026 dengan kinerja positif.
Terbaru, WIKA Beton berhasil membukukan omzet kontrak baru senilai Rp1,97 triliun, naik sebesar 114,15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya di tahun 2026.
Pertumbuhan ini merefleksikan kuatnya kepercayaan pasar terhadap keandalan WIKA Beton di tengah dinamika industri konstruksi.
1. WIKA Beton banyak dapat pelanggan swasta

Positifnya kinerja WIKA Beton tercermin dari dominasi perolehan proyek dari pelanggan swasta yang mencapai 46,37 persen, disusul skema kerja sama operasi (KSO) 34,10 persen, BUMN 16,40 persen, dan WIKA 3,13 persen.
Sementara itu, sektor infrastruktur tetap menjadi pendorong utama dengan kontribusi 61,50 persen, diikuti industri 16,97 persene, kemudian properti 8,54 persen, dan sektor lainnya sebesar 12,99 persen.
2. Ditopang penjualan produk putar dan non putar

Realisasi kontrak baru tersebut ditopang oleh penjualan produk putar dan nonputar. Produk unggulan tersebut terserap optimal pada sejumlah proyek strategis di kuartal kedua.
Beberapa proyek strategis itu seperti New Priok Eastern Access 1 & 2, pembangunan pelabuhan di Kawasan Industri Malili, dan proyek Chandra Asri Alkali.
3. Bukti WIKA Beton dalam menjaga kinerja

Merespons pertumbuhan ini, Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ritme operasional secara terukur.
"Fokus utama kami ke depannya adalah menjaga konsistensi kepercayaan lewat produk dengan mutu tinggi dan penyelesaian tepat waktu, sembari disiplin menjaga kesehatan arus kas perusahaan.” ujarnya dalam keterangan resmi.
Konsistensi operasional ini merupakan wujud nyata dari bisnis berkelanjutan. Daya saing yang kian matang diyakini akan memberikan dampak positif bagi kinerja finansial WIKA Beton dalam jangka panjang.



















