Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apple Tutup Toko Pertama yang Berserikat di AS, Nasib Karyawan Disorot
Logo Apple (unsplash.com/Bangyu Wang)
  • Apple menutup permanen toko di Towson Town Center, Maryland, dengan alasan penurunan pengunjung dan keamanan mal yang memburuk, meski langkah ini menuai kritik terkait dugaan pemberangusan serikat pekerja.
  • Sekitar 90 karyawan terdampak harus melamar ulang ke toko lain karena aturan kontrak kerja bersama, memicu ketegangan antara Apple dan serikat pekerja soal perlakuan terhadap anggota serikat.
  • Serikat pekerja IAM mengecam keputusan Apple dan menyiapkan gugatan hukum, menilai penutupan ini berpotensi menjadi upaya untuk melemahkan keberadaan serikat pertama di perusahaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Apple mengumumkan keputusan untuk menutup secara permanen toko fisiknya di Towson Town Center, Maryland, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (9/4/2026). Langkah ini menjadi sorotan tajam karena Towson merupakan lokasi ritel pertama di mana para karyawan Apple berhasil membentuk serikat pekerja pada 2022 lalu.

Pihak Apple menyatakan bahwa penutupan dilakukan karena menurunnya kondisi mal secara keseluruhan, namun keputusan ini tetap menuai kritik terkait indikasi pemberangusan serikat pekerja.

1. Alasan Apple tutup toko di Towson Town Center

ilustrasi Apple (apple.com)

Manajemen Apple menjelaskan bahwa keputusan menutup toko di Towson Town Center murni didasarkan pada pertimbangan bisnis. Perusahaan melihat jumlah pengunjung mal terus menurun, terutama setelah gerai-gerai besar seperti Banana Republic dan Crate & Barrel tutup lebih dulu. Kondisi ekonomi di mal tersebut dinilai sudah tidak menguntungkan untuk investasi jangka panjang.

Selain faktor pengunjung, keamanan juga menjadi pertimbangan penting bagi Apple. Dalam beberapa tahun terakhir, dilaporkan sering terjadi insiden keamanan di sekitar area mal tersebut. Bagi Apple, lingkungan yang kondusif sangat penting bagi operasional toko teknologi yang menjual produk bernilai tinggi.

Dalam pengumumannya, Apple menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari penataan ulang jaringan toko mereka di AS agar operasional tetap efisien.

"Menyusul kepergian beberapa peritel dan penurunan kondisi di Trumbull Mall, Shops at North County, dan Towson Town Center, kami telah membuat keputusan sulit untuk menutup toko kami di lokasi-lokasi tersebut," kata manajemen Apple, dilansir Times of India.

2. Nasib 90 karyawan yang terdampak penutupan ini

ilustrasi Apple Support (apple.com)

Perbedaan pandangan muncul mengenai nasib 90 karyawan yang terdampak penutupan ini. Pada umumnya, jika sebuah toko Apple tutup, karyawan akan otomatis dipindahkan ke toko terdekat. Namun, khusus untuk karyawan di Towson yang tergabung dalam serikat pekerja, Apple mewajibkan mereka melamar ulang untuk posisi yang tersedia di tempat lain.

Apple berargumen bahwa aturan ini diterapkan berdasarkan kesepakatan kontrak kerja bersama yang sudah ditandatangani dengan serikat pekerja. Perusahaan mengeklaim bahwa draf kontrak tersebut membatasi mereka untuk memindahkan staf secara otomatis. Namun, pihak serikat pekerja menolak keras alasan ini dan menyebutnya tidak berdasar.

Kevin Gallagher, perwakilan dari serikat pekerja, menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah untuk melindungi karyawan.

"Serikat pekerja akan melihat setiap pilihan yang tersedia untuk membela para anggotanya," kata Gallagher, dilansir The Street.

Sebagian karyawan merasa kecewa karena di lokasi lain yang tidak memiliki serikat pekerja, rekan-rekan mereka langsung mendapatkan kepastian penempatan kerja baru tanpa tes ulang. Hal ini memunculkan asumsi bahwa ada perlakuan berbeda dari Apple terhadap karyawan yang memilih berorganisasi.

3. Perlawanan serikat pekerja terhadap keputusan Apple

ilustrasi Apple (Pixabay.com)

Serikat pekerja International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM) mengecam keputusan Apple. Mereka menduga Apple menutup toko tersebut sebagai upaya untuk membubarkan serikat pekerja pertama di lingkungan perusahaan. Mereka menilai alasan ekonomi yang dipakai perusahaan belum sepenuhnya menjelaskan akar permasalahan.

Pihak serikat juga menyayangkan dampak penutupan ini bagi masyarakat sekitar. Selama ini, lokasi Towson sangat mudah dijangkau dengan transportasi umum, sehingga memudahkan warga dari berbagai latar belakang ekonomi untuk mendapatkan layanan teknologi.

Menanggapi tindakan Apple, pimpinan serikat pekerja memberikan pernyataan tegas mengenai kekhawatiran mereka terhadap motif perusahaan.

"Klaim Apple bahwa perjanjian kerja bersama menghalangi pemindahan tugas adalah tidak tepat. Kami khawatir penutupan ini adalah upaya terselubung perusahaan untuk membubarkan serikat pekerja," kata pimpinan IAM.

Kini, serikat pekerja sedang menyiapkan langkah hukum untuk menggugat Apple ke dewan perburuhan nasional. Mereka ingin memastikan tidak ada satu pun anggota serikat yang kehilangan haknya atau diturunkan status kerjanya akibat kebijakan relokasi ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team