Kepala Eksekutif PEPK OJK Dicky Kartikoyono. (Dok/Istimewa).
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Dicky Kartikowiyono, mengatakan penguatan literasi keuangan, khususnya keuangan syariah, dinilai masih memiliki ruang besar untuk dioptimalkan. Hal ini seiring dengan masih rendahnya tingkat inklusi, meskipun pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah tergolong cukup baik.
Menurutnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah secara lebih luas.
“Penguatan literasi keuangan termasuk keuangan syariah ini masih bisa kita optimalkan. Menteri Agama dan Menteri Koperasi juga sangat konsen bagaimana kita bisa bersama-sama melakukan penguatan,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,4 persen. Namun, tingkat inklusinya masih relatif rendah. Menurut Dicky, kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya umat Islam, sebenarnya sudah memahami konsep ekonomi syariah. Namun, tantangan utama adalah mendorong mereka untuk masuk dan aktif dalam ekosistem keuangan syariah.
“Artinya pemahaman umat Islam cukup baik, tapi tugas kita mengajak mereka masuk ke dalam sistem ini masih menjadi tantangan,” jelasnya.