Jakarta, IDN Times - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku sempat menghadapi penolakan dari sejumlah pelaku usaha untuk penggunaan bahan bakar biodiesel B50. Dia menegaskan, akan meninjau kembali Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan yang tidak menggunakan B50.
Hal ini disampaikan Bahlil saat peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
"Saya sudah bilang kalau kalian enggak pakai B50, RKAB-nya saya tinjau. Jadi supaya tidak ada alasan-alasan. Jadi ini harus kita, ini pakai produk dalam negeri, jangan asing-asing terus. Ini jadi mereka sudah komit Bapak Presiden," ujar Bahlil.
Menurutnya, perusahaan dari sektor pertambangan hingga industri kini telah menyatakan komitmen menggunakan B50.
Mandatori B50 diterapkan untuk seluruh penggunaan minyak solar di sektor transportasi, pertanian, pertambangan, pembangkit listrik, dan perkeretaapian.
Pemerintah memperkirakan kebijakan tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun sepanjang 2026, serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja menjadi sekitar 2,1 juta orang.
