Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil: B50 Akhiri Impor Solar, Hemat Devisa Rp170 Triliun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Bahlil Lahadalia umumkan implementasi biodiesel B50 membuat Indonesia berhenti impor solar, sejalan dengan visi kedaulatan energi Presiden Prabowo.
  • Kebijakan B50 diproyeksikan hemat devisa hingga Rp170 triliun, naik dari penghematan Rp133 triliun pada program B40 sebelumnya.
  • Program ini dorong industri CPO, serap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, kurangi emisi gas rumah kaca, dan berlaku penuh setelah masa transisi hingga 30 September 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Bahlil bilang sekarang Indonesia pakai bahan bakar baru namanya B50. Campurannya dari minyak sawit dan solar. Karena itu, kita tidak perlu beli solar dari luar negeri lagi. Uangnya bisa hemat banyak sekali. Banyak orang juga bisa kerja di pabrik minyak sawit. Pemerintah kasih waktu sampai akhir September 2026 buat semua ganti ke B50.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi biodiesel B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor produk solar. Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah besar menuju kedaulatan energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Kami laporkan Bapak Presiden, bahwa untuk solar, total konsumsi kita rata-rata di angka 38 juta sampai dengan 40 juta kiloliter solar per tahun. Awalnya kita itu masih impor kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun. Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Dan ini adalah pertama kali, Bapak," kata Bahlil saat peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Bahlil mengatakan mandatori B50 diklaim meningkatkan penghematan devisa dari sekitar Rp133 triliun pada program B40 menjadi sekitar Rp170 triliun. Program ini turut meningkatkan nilai tambah industri CPO, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menekan emisi gas rumah kaca.

Penerapan B50 merupakan implementasi biodiesel dengan campuran 50 persen FAME berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Pemerintah memberi masa transisi hingga 30 September 2026 sebelum seluruh penggunaan solar beralih ke B50.

Curated For You

Editorial Team

Related Article